Foto: bangsaonline
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Inilah episode khusus. Terutama memasuki bulan suci Ramadan 1447 H. Para penonton Podcast BANGSAONLINE mendapat sajian istimewa. Yaitu anekdot Gus Dur.
““Ya, ini untuk selingan, terutama untuk mengendorkan saraf agar kita tidak tegang terus. Ini juga sekaligus untuk menyambut bulan suci Ramadan,” ujar M. Mas’ud Adnan, CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE, yang memandu Podcast BANGSAONLINE, Senin (16/2/2026).
Menurut Mas’ud Adnan, tema-tema berat Podcast BANGSAONLINE terus diproduksi karena itu substansi Podcast BANGSAONLINE.
“Tapi kita kan perlu juga rileks atau selingan untuk santai,” katanya.
Menurut Mas'ud Adnan, anekdot Gus Dur sangat penting karena substansinya untuk menertawakan diri sendiri sekaligus muhasabah atau evaluasi diri, disamping mengandung dimensi kritik sosial.
“Kita semua sudah tahu bahwa Gus Dur menertawakan diri sendiri sebagai bentuk kerendahan hati sekaligus kecerdasan emosional. Selain itu tentu untuk kritik sosial,” ujar alumnus Pesantren Tebuireng dan Pascasarjana Unair itu.
“Gus Dur saat menjadi ketua umum PBNU kan mendapat tekanan politik sangat berat dari Pak Harto selaku presiden di Orde Baru. Tapi Gus Dur justru banyak melawan melalui humor atau anekdot segar yang tidak menyakiti orang lain,” ujar Mas’ud Adnan yang banyak menulis tentang Gus Dur.
Menurut Mas’ud Adnan, Gus Dur menertawakan diri sendiri sebagai pengakuan atau kesadaran bahwa manusia itu memiliki keterbatasan.
“Ya, antara tuntutan dan kenyataan sering tak seimbang. Maka dengan anekdot masalah berat menjadi santai. Jadi anekdot Gus Dur, selain lucu juga penuh reflektif,” ujarnya.
Mas’ud Adnan mencontohkan Gus Dur menertawakan diri ketika Gus Dur ditekan untuk mundur dari jabatan presiden.
Saat itu Gus Dur ditanya wartawan bagaimana tanggapan Gus Dur terhadap desakan mundur yang disampaikan rival politiknya.
Saat itu Gus Dur menjawab: Sampeyan ini bagaimana, wong saya ini maju saja susah, harus dituntun, kok disuruh mundur.
Para wartawan yang mengerubungi Gus Dur langsung tertawa.
Gus Dur juga melontarkan joke tentang presiden Indonesia. "Pak Harto dulu presiden new order. Pak Habibie, presiden in order, boleh juga out of order. Dan Gus Dur sendiri? Saya presiden no order," ujar Gus Dur.
Podcast BANGSAONLINE menyajikan episode perdana anekdot Gus Dur berjudul: Kok Kalah dengan Kambing Saya. Dalam anekdot ini Gus Dur bercerita tentang seorang kiai yang kedatangan tamu. Menurut Gus Dur, setelah membahas masalah agama dan masyarakat sang kiai bicara soal keluarga. Sebagai selingan.
“Sampean kalau berhubungan dengan istrinya berapa kali dalam seminggu,” tanya sang kiai kepada tamunya.
“Tidak tentu, Kiai. Kadang sekali dalam seminggu. Kadang juga dua minggu hanya sekali,” jawab sang tamu polos.
“Loh, kok kalah dengan kambing saya,” timpal sang kiai.
Tamunya kaget.
“Memangnya kambing kiai berapa kali,” tanya si tamu penasaran.
“Sehari tiga kali, kadang sampai lima kali,” jawab sang kiai.
Tamunya makin terperanjat.
“Apa ada jamunya, Kiai. Kalau ada jamu atau obatnya, saya mau beli,” ujar sang tamu terus mengejar jawaban sang kiai.
“Nggak ada. Cuma…,” jawab sang kiai.
“Cuma apa, Kiai?” kejar si tamu makin penasaran.
Nah, untuk mengetahui jawaban sang kiai silakan tonton Podcast BANGSAONLINE di channel YouTube.
“Tapi mohon bantuannya, tolong disubcribe ya,” harap Mas’ud Adnan yang dalam podcast tersebut tampil monolog.








