Menteri Haji dan Umrah RI Dr Mochamad Irfan Yusuf bersama rombongan saat di Arab Saudi. Foto: dok Kemenhaj.
MAKKAH, BANGSAONLINE.com-Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Dr KH Mochamad Irfan Yusuf kembali mengingatkan para mitra Kemenhaj untuk menjaga integritas jajarannya. Kali ini Menhaj Gus Irfan mengingatkan para pemilik dapur yang akan menyediakan konsumsi untuk para jemaah haji pada 2026.
Peringatan Menhaj Gus Irfan itu disampaikan saat mengecek secara langsung kesiapan dapur-dapur yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah Indonesia pada pelaksanaan Haji 2026 mendatang.
Putra KH Yusuf Hasyim Tebuireng yang akrab dipanggil Gus Irfan itu mengaku bertemu langsung dengan pemilik dapur di Saudi Arabia. Ia mengku menekankan dua hal kepada para pemilik dapur itu.
“Pertama, kami melarang keras para pemilik dapur untuk memberikan fee atau imbalan kepada pihak manapun baik itu pejabat Kemenhaj maupun swasta. Kedua, kami menekan para pemilik dapur agar wajib membeli bahan baku makanan dari Indonesia seperti beras, bumbu, dan lauk,” ujar Gus Irfan Yusuf, Sabtu (14/2/2026).
”Harapan kami dengan bahan baku yang disuplai dari Indonesia menjadikan makanan jamaah haji lebih berasa seperti makanan Indonesia,” tambah Gus Irfan.
Di samping itu, tutur Gus Irfan, juga berupaya agar dampak perputaran ekonomi pada proses perhajian bisa dirasakan oleh pelaku usaha, petani, dan peternak di Indonesia.
Seperti diberitakan, Gus Irfan bertolak ke Arab Saudi untuk menghadiri undangan acara Saudi-Indonesia Umrah Co-Exchange Forum dari Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi. Menhaj berangkat pada Kamis 12 Februari 2026.
Gus Irfan mendarat di Saudi Arabi pada Jumat, 13 Februari 2026 dini hari.
“Dalam kunjungan kali ini saya diundang oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk menghadiri Pameran Umrah sekaligus melihat persiapan operasional haji,” ujar Gus Irfan.
Menurut Gus Irfan, agenda pertama di Arab Saudi adalah memantau sekaligus membuka Verifikasi Faktual Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi.
“Saya berpesan kepada para tenaga pendukung yang hampir seluruhnya merupakan mukimin, tentunya sudah mengetahui dan menguasai medan, untuk berdedikasi penuh dalam menyukseskan pelaksanaan Ibadah Haji 2026,” tegasnya.
Menhaj Gus Irfan juga menngingarkan mereka bahwa Kemenhaj RI merupakan kementerian baru.
“Kami tidak akan mentolerir segala macam bentuk kecurangan, termasuk pungli, baik kepada sesama petugas maupun jamaah,” ujarnya sembari mengatakan bahwa kunjungannya ke Arab Saudi didampingi Dirjen Ekosistem Ekonomi Haji Jaenal Effendi dan jajarannya.








