PU Bina Marga Jatim Petakan Kerusakan Pascabanjir, Jembatan di Jember Jadi Prioritas Perbaikan

PU Bina Marga Jatim Petakan Kerusakan Pascabanjir, Jembatan di Jember Jadi Prioritas Perbaikan

JEMBER,BANGSAONLINE.com - Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur bergerak sigap melakukan inventarisasi kerusakan infrastruktur setelah banjir besar menerjang sejumlah daerah. 

Langkah cepat ini difokuskan untuk memastikan jalur transportasi vital dapat segera dipulihkan.

Kepala Dinas PU Bina Marga Jawa Timur, Edy Tambeng Widjaja, menyampaikan bahwa perhatian utama saat ini tertuju pada wilayah Jember. 

Di daerah tersebut, satu jembatan utama dilaporkan runtuh setelah diterjang arus sungai yang meluap deras.

Menurut Edy, hasil pemeriksaan awal di lapangan menunjukkan bahwa kerusakan parah itu dipicu oleh fenomena overtopping, yakni kondisi ketika permukaan air sungai naik melebihi lantai jembatan.

“Air sungai meningkat sangat cepat hingga melampaui permukaan jembatan. Tekanan dan arus yang kuat kemudian menggerus serta menyeret bagian konstruksi bangunan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, secara teknis bangunan jembatan yang ada sebenarnya telah dirancang sesuai standar yang berlaku. 

Namun, curah hujan ekstrem yang terjadi belakangan ini membuat kapasitas desain tidak lagi mampu menahan lonjakan debit air yang tidak biasa.

“Sebagian besar posisi jembatan kita relatif rendah. Ketika debit air naik drastis, air langsung melimpas ke atas dan menghantam struktur jembatan,” jelas Edy.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang, pihaknya tengah menyiapkan kajian desain ulang sebagai bagian dari rencana rekonstruksi.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah meninggikan elevasi jembatan agar memiliki ruang bebas yang lebih aman dari permukaan air sungai.

Selain itu, tim juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komponen penopang. Pemeriksaan tersebut bertujuan menentukan apakah struktur lama masih bisa diperbaiki sebagian atau harus diganti sepenuhnya demi menjamin keamanan.

Saat ini, tim teknis masih mengumpulkan data detail di titik-titik terdampak untuk mendapatkan gambaran komprehensif tingkat kerusakan.

Laporan lengkap hasil asesmen tersebut nantinya akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur sebagai dasar pengambilan keputusan terkait pelaksanaan proyek dan penentuan anggaran.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk mempercepat proses rehabilitasi infrastruktur yang terdampak. 

Upaya ini dilakukan agar mobilitas masyarakat segera kembali normal, sekaligus memastikan pembangunan kembali dilakukan dengan standar yang lebih adaptif terhadap potensi cuaca ekstrem di masa depan. (nga/yud/van)