JEMBER,BANGSAONLINE.com - Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur bergerak sigap melakukan inventarisasi kerusakan infrastruktur setelah banjir besar menerjang sejumlah daerah.
Langkah cepat ini difokuskan untuk memastikan jalur transportasi vital dapat segera dipulihkan.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
Kepala Dinas PU Bina Marga Jawa Timur, Edy Tambeng Widjaja, menyampaikan bahwa perhatian utama saat ini tertuju pada wilayah Jember.
Di daerah tersebut, satu jembatan utama dilaporkan runtuh setelah diterjang arus sungai yang meluap deras.
Menurut Edy, hasil pemeriksaan awal di lapangan menunjukkan bahwa kerusakan parah itu dipicu oleh fenomena overtopping, yakni kondisi ketika permukaan air sungai naik melebihi lantai jembatan.
“Air sungai meningkat sangat cepat hingga melampaui permukaan jembatan. Tekanan dan arus yang kuat kemudian menggerus serta menyeret bagian konstruksi bangunan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, secara teknis bangunan jembatan yang ada sebenarnya telah dirancang sesuai standar yang berlaku.
Namun, curah hujan ekstrem yang terjadi belakangan ini membuat kapasitas desain tidak lagi mampu menahan lonjakan debit air yang tidak biasa.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




