Pemkab Jember Bergerak Cepat Usai Banjir Besar, Tiga Jembatan Jadi Sorotan

Pemkab Jember Bergerak Cepat Usai Banjir Besar, Tiga Jembatan Jadi Sorotan Salah satu jembatan yang rusak akibat banjir

JEMBER,BANGSAONLINE.com - Pascabanjir hebat yang menerjang Kabupaten Jember, jajaran pemerintah daerah langsung turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh di lapangan.

Peninjauan tersebut dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah, Akhmad Helmi Luqman, pada Minggu, 15 Februari 2026.

Helmi datang bersama tim dari Satuan Tugas Infrastruktur dan Penataan Ruang untuk memeriksa sejumlah lokasi yang dinilai vital.

Fokus utama diarahkan pada titik-titik strategis agar pemulihan sarana umum bisa segera direalisasikan.

Banjir yang terjadi disebut sebagai salah satu peristiwa paling serius dalam kurun sepuluh tahun terakhir. Intensitas hujan yang sangat tinggi memicu meluapnya sungai dan berdampak luas terhadap permukiman warga.

Berdasarkan catatan sementara, lebih dari 7.000 kepala keluarga tercatat terdampak secara langsung akibat genangan dan arus air.

Dalam kunjungan tersebut, perhatian khusus diberikan pada tiga jembatan penghubung yang mengalami kerusakan signifikan. Ketiganya dinilai berperan penting dalam menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.

Adapun infrastruktur yang terdampak berat meliputi Jembatan Cinta di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi; Jembatan Merah Putih di Desa Pakis, Kecamatan Panti; serta Jembatan Sentool di Desa Suci, Kecamatan Panti.

Helmi menyampaikan bahwa pemerintah daerah kini tengah menyusun tahapan prioritas sebagai dasar percepatan perbaikan.

“Kami sedang memetakan seluruh kerusakan, dari level desa sampai ke ranah provinsi. Komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur kami intensifkan supaya proses rehabilitasi bisa dipercepat,” ujarnya.

Seiring adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait potensi cuaca ekstrem lanjutan, Pemkab Jember menetapkan status Siaga Darurat Bencana hingga 26 Februari 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan bencana susulan.

“Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap waspada hingga akhir Februari, mengingat potensi hujan lebat masih ada,” tambah Helmi.

Ia juga memastikan bahwa proses rehabilitasi infrastruktur yang rusak telah memperoleh perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dukungan tersebut diharapkan mampu mempercepat normalisasi akses transportasi sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan seperti sediakala dalam waktu yang tidak terlalu lama. (nga/yud/van)