Banjir yang merendam permukiman warga di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Banjir yang merendam Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, belum juga surut hingga hari ketiga, Senin (16/2/2026). Genangan air setinggi 20-40 cm masih menutup permukiman dan akses jalan desa, melumpuhkan aktivitas ratusan warga di 3 kecamatan, yakni Gempol, Beji, dan Bangil.
Di Kedungringin, air bertahan di kisaran 40 cm sejak akhir pekan. Warga tidak bisa bekerja, anak-anak kesulitan berangkat sekolah, dan aktivitas ekonomi terhenti, bahkan jalan desa berubah menjadi aliran air berlumpur.
BACA JUGA:
- Aksi Pencurian di Pasuruan Gagal, Pelaku Tinggalkan Motor Curiannya
- Mahasiswi Kehilangan HP Saat May Day 2026 di Pasuruan
- Hadapi Era Digital, Ketua TP PKK Kota Pasuruan Tekankan Peran Orang Tua Cegah Perkawinan Anak
- Pelapor Dugaan Korupsi Banpol PDIP Kabupaten Pasuruan Serahkan Dokumen Tambahan ke Kejaksaan
"Sudah 3 hari banjir belum surut. Warga tidak bisa bekerja di luar rumah," kata Rosadi, perangkat Desa Kedungringin.
Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Pasuruan beberapa hari terakhir. Air kiriman dari hulu Sungai Wrati memperparah kondisi karena permukaan sungai lebih tinggi dari permukiman warga.
Bagi warga, banjir ini bukan hal baru. Mereka menyebutnya sebagai tradisi tahunan yang belum mendapat solusi tuntas.
"Setiap tahun pasti banjir. Sungai lebih tinggi dari rumah warga. Harusnya ada penanganan serius, bukan hanya normalisasi sesekali," ucap warga setempat, Sueb. (maf/par/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






