Diduga Mengandung Sisa Kimia Gas Berbahaya, Mie Sedaap Pernah Ditolak di Taiwan dan Hongkong

Diduga Mengandung Sisa Kimia Gas Berbahaya, Mie Sedaap Pernah Ditolak di Taiwan dan Hongkong Foto Mie Sedaap sekedar ilustrasi

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Keputusan PT Karunia Alam Segar (KAS) - yang memproduksi Mie Sedaap - merumahkan ratusan buruh outsourcing (kontrak) tiga hari menjelang bulan suci Ramadan 1447 H terus mendapat sorotan masyarakat.

Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Jumat (20/2/2026), PT KAS yang berkantor di Kecamatan Manyar Jawa Timur itu terus menjadi perbincangan publik karena keputusan merumahkan sekitar 400 buruh itu diduga untuk menghindari bayar Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Idul Fitri 1447 H mengingat kontrak mereka masih aktif hingga bulan depan.

Sejak kapan Mie Sedaap diproduksi? Menurut Wikipedia, produk mi instan ini diluncurkan pada tahun 2003. Mie Sedaap berada di posisi mi instan terpopuler kedua di Indonesia. Produk ini diklaim sebagai satu-satunya mi instan di pasaran yang memiliki sertifikat ISO 22000.

Meski demikian Mie Sedaap pernah menjadi kontroversi. Pada tanggal 5 Juli 2022, tulis Wikipedia, Mie Sedaap ditolak dari peredaran di Taiwan karena mengandung etilena oksida dalam kadar yang berlebihan.

“Ada lima jenis produk yang ditolak, antara lain Mie Sedaap Korean Spicy Soup, Kuah Rasa Baso Spesial, Rasa Ayam Bawang Telur, Korean Spicy Chicken, dan Rasa Soto,” tulis Wikipidea mengutip dari media saat itu.

Sekedar informasi, etilen oksida (EtO) adalah sisa gas kimia berbahaya yang digunakan untuk sterilisasi dan mencegah mikroorganisme pada produk pangan, seperti biji-bijian dan rempah-rempah. Zat ini bersifat karsinogenik (memicu kanker) dan mutagenik, sehingga di Uni Eropa dilarang dan dibatasi ketat di banyak negara karena berisiko bagi Kesehatan.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Insiden Kebakaran Tai Po Hongkong Merenggut Nyawa Seorang PMI Asal Blitar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO