Peluncuran program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi berbagai pihak di tingkat desa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak usia muda.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari kader kesehatan, perangkat desa, dan masyarakat setempat. Sejak pagi hari, puluhan warga telah memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian kegiatan perdana Prolanis Muda.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, menyatakan dukungannya terhadap program yang berfokus pada upaya promotif dan preventif tersebut. Menurutnya, kesadaran menjaga kesehatan sejak dini menjadi langkah penting untuk menekan risiko penyakit kronis di masa mendatang.
“Kami sangat mendukung penuh adanya program Prolanis Muda ini sebagai langkah pencegahan sejak dini. Melalui komitmen bersama seperti ini, diharapkan masyarakat bisa lebih peduli dan proaktif dalam memeriksa kesehatannya secara rutin sebelum muncul komplikasi,” ujar Janoe.
Program Prolanis Muda diinisiasi sebagai respons terhadap meningkatnya temuan kasus diabetes melitus dan hipertensi pada masyarakat berusia di bawah 45 tahun. Kondisi tersebut mendorong perlunya pendekatan yang lebih dini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat.
Pada peluncuran perdana, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang berfokus pada peningkatan kebugaran dan pemahaman kesehatan. Kegiatan diawali dengan senam bersama yang dipandu instruktur, kemudian dilanjutkan dengan edukasi kesehatan interaktif yang disampaikan oleh tim Puskesmas Metatu.
Kepala Puskesmas Metatu, dr. Rosaria Asna Yunani, menegaskan bahwa fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program kesehatan masyarakat, termasuk upaya pencegahan penyakit tidak menular.
“Program ini menjadi langkah preventif yang wajib ditingkatkan oleh semua pihak melalui pendekatan yang lebih segar ke anak muda. Kami akan mengoptimalkan pemberian edukasi ini mulai dari Pos Pelayanan Terpadu, Pondok Kesehatan Desa, Puskesmas Pembantu, hingga turun langsung ke lingkungan masyarakat,” jelas dr. Rosa.
Menurutnya, edukasi kesehatan perlu diperluas agar kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, dapat terus meningkat. Karena itu, pihaknya berkomitmen mengoptimalkan berbagai layanan kesehatan yang ada untuk mendukung program tersebut.
Di akhir kegiatan, dr. Rosa mengingatkan generasi muda agar tidak mengabaikan kondisi kesehatannya. Ia menilai berbagai faktor seperti pola hidup tidak sehat, konsumsi makanan kurang bergizi, tingkat stres yang tinggi, kurang istirahat, serta beban pekerjaan yang berat menjadi pemicu meningkatnya risiko penyakit pada usia muda.
“Melalui wadah Prolanis Muda ini, generasi muda diharapkan mampu menyeimbangkan pola makan dan menerapkan gaya hidup sehat yang konsisten. Selain itu, mereka juga diimbau untuk rajin berolahraga secara teratur agar masa depannya bisa terbebas dari ancaman berbagai penyakit kronis,” pungkasnya. (*)