Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat meninjau stan-stan pelayanan di Mall Pelayanan Publik (MPP). (Ist)
KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana mengatakan bahwa di tahun pertama periode ke-2 ia menjabat telah dihadapkan dua tantangan, yakni kerusuhan akhir Agustus 2025 dan efisiensi anggaran ratusan miliar.
Mas dhito menjabarkan, Pemkab Kediri menghadapi kebijakan penyesuaian dan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada fiskal daerah dengan nilai efisiensi mencapai Rp265 miliar.
Sedangkan pada 30 Agustus 2025 sempat dilanda kerusuhan massa yang menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas publik, termasuk di lingkungan kantor pemerintahan.
Walaupun demikian, Mas Dhito juga mencatat capaian signifikan dalam sektor pelayanan publik selama setahun ke belakang. Mall Pelayanan Publik (MPP) bahkan diresmikan sebulan pasca terjadi kerusuhan.
MPP dirancang sebagai pusat layanan terpadu untuk memudahkan masyarakat dalam urusan administrasi pemerintahan. Sejak dibuka hingga Januari 2026, MPP telah melayani lebih dari 11.360 kunjungan masyarakat, dengan rata-rata 100–130 pengunjung per hari, capaian ini menunjukkan kebutuhan publik terhadap layanan terpadu yang efisien dan ramah.
“Meski di tengah efisiensi, MPP harus tetap jalan. Ini salah satu bentuk konsistensi Pemkab dalam melayani masyarakat,” jelasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




