JEMBER,BANGSAONLINE.com - Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menaruh perhatian serius terhadap kondisi kemiskinan di Kabupaten Jember.
Daerah ini dinilai menjadi salah satu wilayah prioritas karena jumlah penduduk yang masih berada dalam kategori miskin ekstrem tergolong tinggi.
BACA JUGA:
- Hendak Gagalkan Curanmor, Karyawati SPPG di Umbulsari Jember Dibacok Pelaku
- Libur Lebaran, Pemkab Jember Sediakan Nakes dan Ambulans di Lokasi Wisata
- Ombudsman RI Tetapkan Jember sebagai 10 Besar Kabupaten Terbaik dalam Layanan Publik
- Satpol PP Jember Bongkar Reklame Ilegal di Segitiga Emas, PAD Rugi Puluhan Juta
Wakil Ketua BP Taskin, Iwan Sumule, menyampaikan bahwa Jember termasuk daerah yang membutuhkan intervensi cepat dan terarah.
“Wilayah ini menjadi salah satu titik krusial karena jumlah warga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem masih cukup signifikan, yakni sekitar 124.000 jiwa,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja, Kamis (12/2026).
Menurut Iwan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem secara menyeluruh pada 2026.
Ia menegaskan bahwa pendekatan yang diterapkan tidak lagi berorientasi pada bantuan jangka pendek, melainkan menggunakan strategi komprehensif berbasis empat pilar utama.
Pilar pertama berfokus pada pembangunan dan pengembangan kawasan khusus yang mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kami mendorong pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih serta sentra-sentra budidaya agar masyarakat dapat meningkatkan taraf hidupnya secara mandiri,” jelasnya.
Selanjutnya, BP Taskin juga memprioritaskan pembenahan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh fasilitas pendidikan yang layak.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




