Bupati Muhammad Fawait saat mendampingi kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti, di SMPN 1 Balung.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Bupati Muhammad Fawait menerima kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti, di SMPN 1 Balung, Sabtu (21/2/2026) siang.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari agenda percepatan revitalisasi ratusan sekolah di wilayah Jember.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menjelaskan bahwa kehadiran menteri merupakan tindak lanjut dari komunikasi dan kunjungannya ke kementerian di Jakarta beberapa waktu lalu.
Ia menyebut, langkah tersebut dilakukan demi memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan di daerah yang dipimpinnya.
Menurutnya, dorongan itu muncul setelah melihat langsung kondisi banyak gedung sekolah di Kabupaten Jember yang dinilai jauh dari kata layak. Ia mengaku prihatin karena ribuan fasilitas pendidikan berada dalam kondisi rusak berat.
Dalam pernyataannya, Gus Fawait mengungkapkan bahwa pada awal masa jabatannya, ia menerima laporan yang cukup mengejutkan. Kabupaten Jember tercatat sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Jawa Timur, namun pada saat yang sama memiliki angka kemiskinan ekstrem tertinggi di provinsi tersebut.
“Sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, kemiskinan ekstrem harus segera dientaskan. Pendidikan menjadi salah satu pintu utama. Tetapi tentu sulit meningkatkan kualitas pendidikan apabila bangunannya sendiri dalam kondisi rusak,” kata Gus Fawait.
Ia kemudian membeberkan hasil pendataan bersama Dinas Pendidikan yang menunjukkan fakta memprihatinkan. Terdapat 1.532 gedung sekolah di Kabupaten Jember yang masuk kategori rusak berat dan hampir roboh. Ia menilai, data pada sistem Dapodik sebelumnya belum sepenuhnya mencerminkan situasi nyata di lapangan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




