Bupati Muhammad Fawait saat mendampingi kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti, di SMPN 1 Balung.
“Di Dapodik awalnya tidak terdata sebanyak itu. Saya sempat bercanda dengan jajaran, jangan-jangan ini demi akreditasi. Lalu saya minta datanya diperbarui secara jujur. Kalau memang rusak, sampaikan rusak. Jangan sampai dapur disebut laboratorium komputer,” ujarnya tegas.
Setelah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, upaya tersebut membuahkan hasil. Pada tahun anggaran 2025, Kabupaten Jember memperoleh bantuan revitalisasi sekolah terbesar sepanjang sejarah daerah itu. Di era pemerintahan Presiden Prabowo, sebanyak 124 sekolah mendapatkan program rehabilitasi total.
Gus Fawait menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah dan pusat. Ia menilai sinergi tersebut menjadi bukti keseriusan bersama dalam memperbaiki kualitas pendidikan.
Tak berhenti sampai di situ, ia pun memasang target lebih ambisius untuk tahun berikutnya. Pemerintah Kabupaten Jember telah mengusulkan tambahan revitalisasi bagi 300 sekolah lainnya guna menyelesaikan persoalan gedung rusak berat yang tersisa.
“Kami kembali datang ke Jakarta, bertemu Menteri dan Wakil Menteri. Jika pada 2025 ada 124 sekolah yang diperbaiki, kami optimistis di 2026 bisa mencapai lebih dari 300 sekolah. Insya Allah, dengan rasa syukur dan kerja keras, hasilnya akan terus bertambah,” ucapnya penuh optimisme.
Melalui pembenahan sarana pendidikan tersebut, Gus Fawait berharap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jember dapat terdongkrak secara signifikan.
Ia menegaskan bahwa pembangunan sekolah bukan sekadar memperbaiki fisik bangunan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk memutus mata rantai kemiskinan di Jember. (nga/yud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




