Rabu, 12 Mei 2021 02:32

Terus Dalami Indikasi Tipikor di BUMD, Kajari Bangkalan: ​Belum Ada Pemanggilan Bupati

Senin, 19 April 2021 18:58 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fauzi
Terus Dalami Indikasi Tipikor di BUMD, Kajari Bangkalan: ​Belum Ada Pemanggilan Bupati
Kajari Bangkalan Chandra Saptadji saat wawancara dengan awak media terkait indikasi kasus tindak pidana BUMD.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bangkalan terus melakukan pendalaman indikasi tindak pidana korupsi di lingkungan BUMD, dengan memanggil sejumlah pihak terkait untuk dimintai keterangan.

Kepala Kejari Bangkalan Chandra Saptadji mengatakan, sampai saat ini proses penyelidikan terus berjalan, termasuk pemanggilan pihak pihak terkait.

Ia meminta masyarakat bersabar menunggu hasilnya, karena menghadapi kejahatan kerah putih tidak bisa secara tergesa-gesa. "TIdak bisa gradak-gruduk, tunggu tanggal mainnya saja," kata Chandra kepada media, Senin (19/4/2021).

Saat ditanya apakah ada rencana pemanggilan Bupati Bangkalan sebagai pembina BUMD, Chandra menjelaskan tidak menutup kemungkinan. "Kalau memang dibutuhkan oleh penyelidik, bisa dipanggil (bupati). Proses pemanggilan terus berjalan. Sampai sejauh ini belum ada pemanggilan bupati, tunggu laporan dari penyelidik," jelas kajari.

BACA JUGA : 

Satu Terpidana Kasus Korupsi Kambing Etawa Dijemput Paksa Kejaksaan Negeri Bangkalan

Kelompok Masyarakat Gerbang Timur Laporkan Dugaan Korupsi BUMD Bangkalan ke KPK dan Kejagung

Dua Kali Mangkir, Terpidana Kasus Korupsi Kambing Etawa Segera Dieksekusi Kejari Bangkalan

Anggota DPRD Bangkalan Gulirkan Hak Angket Soal Indikasi Dugaan Korupsi BUMD

Ia menambahkan bahwa penanganan tindak pidana korupsi tidak seperti penanganan pidana biasa, karena membutuhkan banyak orang untuk dimintai keterangan.

"Karena kejahatan kerah putih itu susah pembuktiannya. Oleh sebab itu, kejaksaan meminta bantuan dari ahli untuk menentukan ada atau tidak adanya kerugian negara," papar pria yang pernah memutuskan eksekusi mati warga luar negeri saat bertugas di Kejaksan Negeri Jakarta Selatan ini.

Karena masih dalam tahap penyelidikan, saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Ia berjanji akan menjalankan tugas semaksimal mungkin sesuai perintah dari pimpinan.

Ia juga meminta peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi di Kabupaten Bangkalan. (uzi/ian)

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Selasa, 11 Mei 2021 06:09 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Penangkapan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat mengagetkan banyak pihak. Terutama karena itu terkenal sebagai pengusaha kaya raya. Bahkan mengaku punya 36 perusahaan.Tapi Dahlan Iskan mengaku kaget dan tidak kaget? Kena...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...