Kamis, 13 Mei 2021 06:01

Fatwa MUI Jatim Nyatakan Vaksin AstraZeneca Halal

Senin, 22 Maret 2021 22:39 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
Fatwa MUI Jatim Nyatakan Vaksin AstraZeneca Halal
Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Timur, KH. Makruf Khozin memberi keterangan pers di Sekretariat MUI Jatim. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com -  Komisi Fatwa MUI Jatim memutuskan bahwa Vaksin AstraZeneca halal, setelah melakukan pembahasan secara mendalam. Hal ini disampaikan Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, KH. Makruf Khozin.

Makruf mengakui bahwa ada sejumlah perbedaan pendapat dari pakar soal Vaksin AstraZeneca. Ada yang menyebut kalau bahan yang dipakai tercampur benda haram. Ada pula yang menyebut bahan haram itu digunakan untuk mengembangbiakkan bakteri dalam vaksin saja.

Bahkan dalam mahzab yang ada, Makruf membeberkan ada perbedaan. Menurut mahzab Imam Syafii, benda mendapat najis tetap akan najis. Sedangkan Mahzab Imam Hanafi jika sudah berubah fungsinya maka hukumnya juga berubah seperti analogi buah anggur.

Saat masih buah disebut suci, sewaktu jadi minuman anggur mengandung alkohol dikategorikan haram. Ketika jadi cuka, maka halal lagi.

BACA JUGA : 

MUI Jatim Siap Jadi Mitra Pemerintah dengan Instrumen Keagamaan

Anang Hermansyah, Ashanti, dan Anaknya Tak ada Keluhan Usai Disuntik Vaksin Nusantara

Dahlan Iskan Tak Lolos Relawan Uji Coba Vaksin Nusantara, Dr Puruhito Komen Soal Vak-Nus

Era Vaksin Sudah Lewat! Pionernya Jenner 200 Tahun Lalu, Ganti Hasil Riset Baru, I-Nu

"Analogi kami awalnya virus adalah suci, terus ada pencampuran benda najis, kemudian diangkat jadi vaksin berarti sudah halal lagi," katanya.

BACA JUGA: Soal Tripsin Babi pada Vaksin AstraZeneca, Ketua MUI: Haram tapi Boleh karena Darurat

Jika merujuk anjuran MUI pusat, lanjut Makruf, Vaksin AstraZeneca masuk kategori halal selama dalam kondisi darurat. Saat ini hanya ada dua vaksin yang jumlahnya terbatas untuk mengakhiri kondisi pandemik COVID-19. Yakni Sinovac dan AstraZeneca.

"Dan MUI Jatim menegaskan tetap halal meski tidak dalam kondisi darurat. Para kiai dan ulama kita tidak masalah dan nyatakan halal," ungkapnya.

Untuk menunjukkan kehalalan vaksin ini, kata Makruf, juga sudah dibuktikan dengan adanya tujuh kiai yang mengikuti pencanangan vaksinasi di Sidoarjo.

"Ketua MUI Jatim, KH. Hasan Mutawakkil Alallah sudah divaksin (AstraZeneca). Kata beliau vaksin ini halal," pungkasnya. (mdr/ian)

BACA JUGA: Jokowi: Vaksin AstraZeneca akan Digunakan di Lingkungan Pondok Pesantren

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Rabu, 12 Mei 2021 04:55 WIB
Oleh: Dahlan Iskan --- YANG saya bicarakan ini adalah listrik untuk usaha. Untuk bisnis –perdagangan dan terutama industri.Bukan listrik untuk rumah tangga.Amerika Serikat mendapatkan sumber utama listrik dari gas yang murah. Tiongkok dari ten...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...