Jumat, 07 Mei 2021 22:16

Soal Tripsin Babi pada Vaksin AstraZeneca, Ketua MUI: Haram tapi Boleh karena Darurat

Minggu, 21 Maret 2021 08:19 WIB
Editor: mma
Soal Tripsin Babi pada Vaksin AstraZeneca, Ketua MUI: Haram tapi Boleh karena Darurat
Dr. KH. Muhammad Cholil Nafis. Foto: ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ketua Bidang Dakwah dan Ikhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. KH. Muhammad Cholil Nafis mengaku banyak mendapat pertanyaan dari masyarakat terkait vaksin produk AstraZaneca yang diisukan mengandung tripsin babi.

“Banyak yang tanya soal hukum vaksin AstraZeneca. Kok, haram tapi boleh. Itulah istilah fikih Islam bahwa halal itu beda dengan istilah boleh. Kalau halal itu artinya secara ketentuan syara’ tidak ada unsur yang diharamkan sama sekali. Sementara boleh itu belum tentu halal, tapi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak dan kadar tertentu dan tempo yang dibutuhkan,” kata Kiai Cholil Nafis, Minggu (21/3/2021).

Menurut dia, soal ada orang yang mengatakan bahwa vaksin AstraZeneca halal dan tak mengandung babi, mungkin metode dan pemeriksaannya berbeda dengan yang dipedomani MUI. 

"Bagi MUI setiap produk yang ada babi dan turunannnya juga yang menggunakan tubuh manusia maka hukumnya haram. Ini lebih karena menggunakan metode kehati-hatian (ihtiathan) Imam Syafi’i,” jelas ulama asal Sampang Madura itu.

BACA JUGA : 

MUI: AnTV, TransTV, NetTV dan Trans7 Mengandung Sensualitas dan Kekerasan dalam Siaran Ramadan

Anang Hermansyah, Ashanti, dan Anaknya Tak ada Keluhan Usai Disuntik Vaksin Nusantara

Dahlan Iskan Tak Lolos Relawan Uji Coba Vaksin Nusantara, Dr Puruhito Komen Soal Vak-Nus

Era Vaksin Sudah Lewat! Pionernya Jenner 200 Tahun Lalu, Ganti Hasil Riset Baru, I-Nu

Kiai Cholil juga menjelaskan bahwa vaksin AstraZeneca itu pembuatan inang virusnya menggunakan tripsin dari pankreas babi. 

“Dokumen itu sudah cukup untuk tak meneruskan audit lapangan sehingga memutuskan itu vaksin AstraZeneca hukumnya haram,” tegas Kiai Cholil. “Tapi dalam kondisi terbatasnya vaksin Sinovac yang hanya dapat memenuhi 28,6 persen dari kebutuhan dosis Indonesia, maka AstraZenenca boleh untuk memenuhi kekurangannya selama belum ada vaksin yang halal,” tambahnya.

Makanya, kata Kiai Cholil, MUI meminta pemerintah mengupayakan yang halal, utamanya bagi masyarakat muslim. (mma)

Suami Takut Istri
Kamis, 06 Mei 2021 18:19 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dalam seminar bertema gender, Gus Dur ditanya seorang peserta. Pertanyaannya sangat sensitif dan pribadi. “Gus, katanya beberapa kiai juga takut pada istri. Apa Gus Dur juga takut pada istri?,” tanya orang itu....
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Jumat, 07 Mei 2021 06:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wartawan kondang Dahlan Iskan mencatat dua waswas setelah pengumuman pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2021 ternyata minus hampir 1 persen.Apa saja? Silakan baca tulisan wartawan kawakan itu di HARIAN BANGSA dan BANGSA...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 07 Mei 2021 10:42 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...