Kamis, 29 Juli 2021 02:08

Soal Tripsin Babi pada Vaksin AstraZeneca, Ketua MUI: Haram tapi Boleh karena Darurat

Minggu, 21 Maret 2021 08:19 WIB
Editor: mma
Soal Tripsin Babi pada Vaksin AstraZeneca, Ketua MUI: Haram tapi Boleh karena Darurat
Dr. KH. Muhammad Cholil Nafis. Foto: ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ketua Bidang Dakwah dan Ikhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. KH. Muhammad Cholil Nafis mengaku banyak mendapat pertanyaan dari masyarakat terkait vaksin produk AstraZaneca yang diisukan mengandung tripsin babi.

“Banyak yang tanya soal hukum vaksin AstraZeneca. Kok, haram tapi boleh. Itulah istilah fikih Islam bahwa halal itu beda dengan istilah boleh. Kalau halal itu artinya secara ketentuan syara’ tidak ada unsur yang diharamkan sama sekali. Sementara boleh itu belum tentu halal, tapi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak dan kadar tertentu dan tempo yang dibutuhkan,” kata Kiai Cholil Nafis, Minggu (21/3/2021).

Menurut dia, soal ada orang yang mengatakan bahwa vaksin AstraZeneca halal dan tak mengandung babi, mungkin metode dan pemeriksaannya berbeda dengan yang dipedomani MUI. 

"Bagi MUI setiap produk yang ada babi dan turunannnya juga yang menggunakan tubuh manusia maka hukumnya haram. Ini lebih karena menggunakan metode kehati-hatian (ihtiathan) Imam Syafi’i,” jelas ulama asal Sampang Madura itu.

BACA JUGA : 

Sasar Masyarakat Pinggiran, Polda Jatim Launching Ambulans Vaksinasi Presisi Door To Door

Tak Antre Lama, Vaksinasi Gratis Kejati Jatim di Islamic Center Tuai Pujian Masyarakat

Satgas Covid-19 MWC NU Pragaan Tepis Isu Vaksin Sebabkan Kematian

Dipercaya WHO, Orang Penting Biofarma dan Ketua Tim Uji Klinis Vaksin itu Meninggal

Kiai Cholil juga menjelaskan bahwa vaksin AstraZeneca itu pembuatan inang virusnya menggunakan tripsin dari pankreas babi. 

“Dokumen itu sudah cukup untuk tak meneruskan audit lapangan sehingga memutuskan itu vaksin AstraZeneca hukumnya haram,” tegas Kiai Cholil. “Tapi dalam kondisi terbatasnya vaksin Sinovac yang hanya dapat memenuhi 28,6 persen dari kebutuhan dosis Indonesia, maka AstraZenenca boleh untuk memenuhi kekurangannya selama belum ada vaksin yang halal,” tambahnya.

Makanya, kata Kiai Cholil, MUI meminta pemerintah mengupayakan yang halal, utamanya bagi masyarakat muslim. (mma)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...