Sabtu, 06 Maret 2021 14:26

Pelanggar Prokes Covid-19 di Tuban Dihukum Push Up Hingga Disita HP-nya

Rabu, 20 Januari 2021 12:01 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Pelanggar Prokes Covid-19 di Tuban Dihukum Push Up Hingga Disita HP-nya
Salah satu pengunjung yang kedapatan tak memakai masker langsung ditindak dengan dilakukan penyitaan identitas.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP Kabupaten Tuban menyisir sejumlah warung yang diduga banyak terjadi pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Razia tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kabupaten Tuban, sesuai Perbup Nomor 65 Tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Tuban, Joko Herlambang mengatakan, razia kali ini petugas menyasar warung kopi (warkop) dan lokasi yang diduga banyak terjadi pelanggaran prokes Covid-19 di wilayah Kecamatan Tuban dan Jenu.

"Hasilnya, kita menemukan 6 orang pelanggar prokes dari 6 titik," ujar Joko saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Rabu (20/1/2021).

Keenam orang tersebut kedapatan tidak menggunakan masker saat beraktivitas di tempat umum. Alhasil, 4 orang diberikan sanksi administrasi berupa penyitaan kartu identitas KTP, serta dua orang lainnya disita handphone-nya.

"Kita sita identitas dan barang pribadinya sebagai jaminan, dan kita minta mereka ke kantor Satpol PP untuk pendataan lebih lanjut," imbuhnya.

Tak hanya itu, petugas juga menemukan pemilik warung yang menyediakan dan menjual minuman keras (miras). Selanjutnya, pemilik warung tersebut diberikan surat pemanggailan dan disita identitasnya.

Sementara, tiga orang pemuda yang kedapatan mengonsumsi miras juga tak luput dari sanksi petugas. Mereka langsung diminta push up di tempat.

"Semua barang bukti kita musnahkan, ada 1 botol miras jenis arak, dan 4 bungkus es moni. Serta tiga orang peminum miras kita berikan sanksi push up di tempat," tuturnya.

Operasi serupa akan terus dilakukan petugas guna menegakkan Perda Nomor 18 Tahun 2020 tentang perubahan atas Perda Nomor 16 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.(gun/rev)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Sabtu, 06 Maret 2021 07:30 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Publik heboh. Itu loh, soal dana asing Rp 100 triliun yang bakal masuk Indonesia. Lewat sovereign wealth fund (SWF). Atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI).SWF memang sedang jadi sorotan publik. Maklum, sudah banyak ...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 06 Maret 2021 14:06 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...