Ketua Komisi II DPRD Tuban , Fahmi Fikroni
TUBAN,BANGSAONLINE.com - Ketua Komisi II DPRD Tuban , Fahmi Fikroni menilai razia minuman keras (miras) di kabupaten Tuban terkesan tebang pilih.
Ia menyayangkan, razia hanya dilakukan di warung-warung kecil. Sedangkan di tempat karaoke jarang tersentuh petugas.
BACA JUGA:
- Kabel Fiber Optik Semrawut di Tuban, Dewan Dorong Perda Utilitas
- Pertamina Pecat 2 Sopir Tangki di Tuban atas Dugaan Pencurian, Ketua Komisi II Bantah Tuduhan
- Proyek SR Sebabkan Rumah Warga Retak, Komisi I DPRD Tuban Panggil Waskita Karya
- Anggota DPRD Tuban Tri Astuti Safari Ramadan Bersama Yatim dan Kader Partai
"Saya sangat menyayangkan hal ini, karena diduga para APH ini hanya melakukan razia miras di warung kecil saja, sedangkan di tempat karaoke jarang dilakukan razia miras," katanya, Kamis (30/1/2025).
Padahal, kata Roni, masih terdapat tempat karaoke di Kabupaten Tuban, yang masih menjual miras. Baik tempat yang sudah berizin maupun belum berizin.
Sehingga, dia berencana untuk turun dan melakukan sidak langsung ke tempat karaoke yang ada di Kabupaten Tuban. Harapannya, tidak ada lagi pelanggaran maupun penyalahgunaan terkait penjualan miras.
"Kalau ditemukan pelanggaran peredaran miras, lebih baik dicabut saja perizinannya, dan segera ditutup. Karena ini sudah sangat meresahkan masyarakat, karena jam operasional tempat karaoke juga sudah melebihi batas waktu yang ditentukan," ujarnya.
Menurut pantauan Roni, dirinya kerap melihat tempat karaoke yang masih beroperasi di pukul 03.00 WIB.
"Saya melihat sendiri, karena setiap saya melakukan kunjungan ke desa dan mau pulang ke rumah, pasti setiap jam 03.00 pagi baru mulai bubar, khususnya setiap malam minggu," tandasnya. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




