Minggu, 12 Juli 2020 12:48

​Kiai Asep Sambut Positif New Normal, Asal Disertai Imunitas dan Imanitas

Jumat, 29 Mei 2020 22:46 WIB
Editor: MMA
​Kiai Asep Sambut Positif New Normal, Asal Disertai Imunitas dan Imanitas
Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.Ag. foto: MMA/ bangsaonline.com

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur, Prof. Dr. Asep Saifuddin Chalim, M.Ag menyambut positif akan diberlakukannya new normal.

“Iya. Kalau tidak, kapan kita akan melakukan komunikasi dan seterusnya. Kehidupan itu intinya kan pada komunikasi. Kalau tidak ada komunikasi, kan tidak ada kehidupan. Ada yang memprediksikan, kalau ingin menunggu hilang (corona) 100 persen, menunggu 15 tahun. Itu prediksi seorang ahli,” kata Kiai Asep Saifuddin Chalim kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (29/5/2020).

Hanya saja, tegas Kiai Asep, new normal atau tata kehidupan baru itu harus disertai kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Antara lain, pakai masker, jaga jarak, dan sering cuci tangan.

“Kemudian bentengi diri dengan imunitas, dan juga dengan imanitas,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.

Apa itu imanitas? “Baca lalailahaillallah dan banyak baca lahaula wala quwwata illa billah,” kata Kiai Asep. Menurut dia, dua bacaan itulah yang tercantum dalam Hadits yang bisa menolak dan mendorong keluarnya malapetaka, bahaya, dan penyakit.

Lalu bagaimana dengan Jawa Timur. Apa perlu juga segera memberlakukan new normal? Kiai Asep sepakat, tapi dengan syarat sudah tidak ada kenaikan penyebaran Covid-19.

Nah, untuk mempercepat penghentian penyebaran virus Corona itu, Kiai Asep minta semua kepala daerah di Jawa Timur membaca istighfar 1.000 kali tiap hari. “Terutama Wali Kota Surabaya dan bupati Sidoarjo,” tegas Kiai Asep. Karena kasus Covid-19 di dua daerah ini sedang meningkat.

Kiai Asep minta kepala daerah tidak salah paham. “Membaca istighfar bukan karena banyak dosa,” katanya. Tapi, kata Kiai Asep, menurut hadits, barangsiapa yang baca istighfar, maka kesusahan dan kegundahan yang selama ini menimpa akan berubah jadi bahagia.

“Kesulitannya akan diberi jalan keluar. Kemudian Allah akan memberi rezeki,” tegas Kiai Asep yang pada sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadan membagikan 300 ton beras dan 40.000 sarung serta uang Rp 50 ribu per orang.

Bahkan Kiai Asep yakin, jika semua kepala daerah di Jawa Timur membaca istighfar 1.000 kali tiap hari, dalam seminggu grafik Covid-19 di Jatim akan menurun. “Jika tak menurun, alamat saya kan jelas. Cari saya,” katanya. (MMA)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...