LOMBOK UTARA, BANGSAONLINE.com - Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), melakukan kunjungan kerja ke Kebun Kurma Jugil Gangga, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu (17/1/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memetakan potensi kurma lokal agar dapat masuk ke dalam ekosistem ekonomi haji nasional.
BACA JUGA:
- Amirulhaj Tinjau Adahi, Kiai Asep Pastikan Penyembelihan Dam Jemaah Haji Sah Secara Syariah
- Jemaah Haji Indonesia Mulai Diberangkatkan ke Arafah, PPIH Pastikan Mobilisasi Lancar
- Jelang Armuzna, Ini Taushiah Penting Amirulhaj Prof Kiai Asep kepada Jemaah Haji dan Petugas Haji
- Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Arab Saudi, Kemenhaj Fokus Persiapan Armuzna
Dalam kunjungannya, Gus Irfan memuji keberhasilan budi daya kurma di wilayah tersebut. Ia berharap Lombok Utara mampu menjadi pelopor swasembada kurma di Indonesia, memperkuat visi kemandirian pangan yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI kini tengah menggodok platform digital khusus untuk pemesanan oleh-oleh haji. Inovasi ini dirancang agar jemaah haji tidak lagi merasa terbebani dengan barang bawaan yang berlebih saat kembali dari Tanah Suci.
"Saya meminta Ditjen PPEH membuat platform oleh-oleh. Jadi jemaah haji sebelum tiba di Tanah Air atau menjelang berangkat sudah dapat memesan melalui gawai. Apakah itu kurma, kacang-kacangan, atau tasbih. Begitu jemaah sampai rumah, oleh-oleh sudah tiba," ujar Gus Irfan.

Strategi ini tidak hanya soal kemudahan logistik, tetapi juga upaya strategis untuk memastikan perputaran uang jemaah tetap berada di dalam negeri. Gus Irfan menekankan pentingnya mengoptimalkan produk lokal seperti kurma dari NTB untuk memenuhi kebutuhan jemaah.
"Harapan kami jemaah tidak perlu lagi membeli kurma di Arab Saudi. Kita optimalkan produksi dari NTB atau provinsi lain, sehingga uangnya berputar di rakyat kita sendiri dan harganya pun lebih kompetitif," tambahnya.
Gus Irfan menegaskan bahwa langkah ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan manfaat ekonomi haji dirasakan langsung oleh rakyat. Untuk itu, ia memboyong Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji (PPEH), Prof. Jaenal Effendi, guna melihat peluang kerja sama lebih lanjut.
"Tentu upaya kita untuk bisa menghadirkan produk-produk yang memberikan manfaat. Saya sengaja mengajak Prof. Jaenal Effendi, Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji. Direktorat Jenderal ini kita bentuk sesuai dengan harapan permintaan Presiden Prabowo," ujar Gus Irfan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




