"Saya meminta Ditjen PPEH membuat platform oleh-oleh. Jadi jemaah haji sebelum tiba di Tanah Air atau menjelang berangkat sudah dapat memesan melalui gawai. Apakah itu kurma, kacang-kacangan, atau tasbih. Begitu jemaah sampai rumah, oleh-oleh sudah tiba," ujar Gus Irfan.

Strategi ini tidak hanya soal kemudahan logistik, tetapi juga upaya strategis untuk memastikan perputaran uang jemaah tetap berada di dalam negeri. Gus Irfan menekankan pentingnya mengoptimalkan produk lokal seperti kurma dari NTB untuk memenuhi kebutuhan jemaah.
"Harapan kami jemaah tidak perlu lagi membeli kurma di Arab Saudi. Kita optimalkan produksi dari NTB atau provinsi lain, sehingga uangnya berputar di rakyat kita sendiri dan harganya pun lebih kompetitif," tambahnya.









