Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, memimpin doa di bandara Juanda sesaat menjelang bertolak ke tanah suci Makkah dan Madinah, Ahad (4/1/2025). Foto: Bangsaonline.
JEDDAH, BANGSAONLINE.com - Setelah rampung menyantuni 63 keluarga korban meninggal reruntuhan mushalla Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo, hari ini, Ahad (4/1/2026), Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, bertolak ke tanah suci untuk menunaikan ibadah umrah ke Makkah dan Madinah.
Kiai Asep tak sendirian. Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu mengajak 23 orang - termasuk beberapa tokoh - untuk umrah bersama.
"Ini untuk mengumrahkan 63 korban reruntuhan musholla Al Khoziny. Kalau untuk santunan kan sudah tuntas. Terakhir korban dari Pangkal Blitung sudah kita undang ke Siwalankerto Surabaya," ujar Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim kepada BANGSAONLINE.
Menurut Kiai Asep, 23 orang itu akan melakukan badal umrah untuk para korban meninggal reruntuhan musholla Al Khoziny.
"Secara teknis diatur Pak Ghofirin," jelas Kiai Asep.
Muhammad Ghofirin adalah Sekjen Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN). Sedang Kiai Asep adalah Ketua Umum JKSN.
"Kita akan umrah empat kali. Umrah pertama untuk diri kita sendiri. Untuk umrah kedua, ketiga dan keempat, untuk badal 63 korban mushalla Al Khoziny," ujar Kiai Asep Saifuddin Chalim.
"Kalau masing-masing orang dari 23 orang mengerjakan umrah tiga kali berarti 69 umrah," tambah Kiai Asep.
Semua pembiayaan umrah itu ditanggung Kiai Asep secara pribadi.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




