Sabtu, 15 Agustus 2020 15:32

PMII Pamekasan Beri Raport Merah Pemerintahan Baddrut-Raja'e

Kamis, 30 April 2020 23:43 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yeyen
PMII Pamekasan Beri Raport Merah Pemerintahan Baddrut-Raja
Puluhan massa PMII melakukan aksi diam sambil menyampaikan raport merah pemerintahan Baddrut Tamam-Raja'e di Taman Aspirasi Rakyat Pandhapa Agung Ronggosukowati.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Pamekasan memberikan raport merah kepada pemerintahan Bupati Baddrut dan Wabup Raja'e. Raport merah itu disampaikan melalui aksi diam yang dilakukan di depan Taman Aspirasi Pendhapa Agung Ronggosukowati, Kamis (30/04/20) sore.

Puluhan massa PMII tersebut menilai Pemerintah Kabupaten Pamekasan belum mampu mengimpletasikan kebijakan yang bisa berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.

Menurut Lutfi, korlap aksi yang juga Ketua PMII Pamekasan, Pamekasan Hebat yang digaungkan Bupati Baddrut Tamam selama ini hanya sekadar jargon. "Belum mampu membawa bumi gerbang salam kepada keadaan yang lebih baik," cetusnya.

"Hal tersebut diperburuk adanya reformasi birokrasi yang kita anggap sebagai reformasi yang gagal. Pergantian pimpinan SKPD yang baru dilantik, tidak mencerminkan semangat baru untuk merubah Kabupaten Pamekasan menjadi kabupaten yang lebih baik," ujar Lutfi.

"Maka dari itu, kami Pengurus Cabang PMII Pamekasan memberikan raport merah terhadap Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan," tambahnya.

Ia berharap, ke depan bupati dan wakil bupati beserta seluruh OPD bisa lebih profesional dalam menjalankan tugasnya.

"Dalam menghunuskan reformasi birokrasi harus lebih berani, jangan sampai didekte oleh pihak manapun, agar apa yang menjadi keinginan kita bersama, terutama dalam menghunuskan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai dengan baik," pungkas Lutfi.

Adapun poin-poin yang menurut PMII gagal diwujudkan oleh Bupati Baddrut sebagai berikut:

1. Bupati dan wakil bupati gagal mewujudkan reformasi birokrasi

2. Adanya aroma kolusi dalam SO yang digembor-gemborkan tidak ada jual beli jabatan

3. Banyak dinas yang diisi oleh Plt & beberapa orang dobel jabatan

4. Kepala Dinsos tidak diganti, padahal sudah jelas gagal memetakan penyandang kesejahteraan sosial. Terbukti amburadulnya data PKH, BPNT, BLT Kemensos, & DTKS sebagai acuan BLT DD

5. Kepala BPBD tidak dipecat, karena dianggap gagal hadir dalam gagasan besar dan tepat dalam mengatasi pandemi Corona.

6. Tidak adanya keseriuasan dalam mewujudkan reformasi agraria. Hal itu dibuktikan dengan tidak seriusnya melihat dinamika Dinas Ketahanan Pangan, padahal program-program yang dicanangkan amburadul. (yen/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 15 Agustus 2020 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...