Kamis, 25 Februari 2021 06:11

Direktur Pusaka Ungkap Kejanggalan Pailitnya PKIS ST: 8 Karyawan Pemohon Pailit Tergolong Baru

Jumat, 13 Maret 2020 22:56 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ardianzah
Direktur Pusaka Ungkap Kejanggalan Pailitnya PKIS ST: 8 Karyawan Pemohon Pailit Tergolong Baru
Direktur Pusaka, Lujeng Sudarto.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Direktur Pusaka (Pusat Kajian dan Kebijakan) Lujeng Sudarto berharap Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan tidak setengah hati melakukan penyelidikan dan penyidikan atas pailitnya PKIS (Pusat Koperasi Industri Susu) Sekar Tanjung (ST) di Kabupaten Pasuruan.

Sebab, ia menilai ada kejanggalan dalam proses pailitnya PKIS Sekar Tanjung yang dibangun oleh konsorsium beranggotakan 6 koperasi tersebut.

Meurut Lujeng Sudarto, dari 6 ketua koperasi konsorsium PKIS Sekar Tanjung, ada 3 ketua koperasi yang jadi pengurus inti. Ia menduga tiga orang itulah yang paling bertanggungjawab atas nasib PKIS Sekar Tanjung hingga gulung tikar.

"Singkatnya, sangat dominan dalam mempermainkan pailitnya PKIS. PKIS Sekar Tanjung pailit itu dikabulkan oleh PN Surabaya atas dasar permohonan 8 karyawan. Ada dugaan. Pihak PKIS ST, menggunakan akuntan publiknya kurang 'sehat'," ungkap Lujeng Sudarto.

Apalagi, lanjut Lujeng, delapan karyawan pemohon pailit tergolong masih baru.

Lebih jauh, Lujeng menjelaskan bahwa permohonan agar PKIS Sekar Tanjung dinyatakan pailit lantaran tidak mampu mebayar gaji dan pesangon karyawan. Sementara 8 karyawan itu minta gaji dan pesangon sama dengan karyawan lama yang bekerja di PKIS ST.

"Sempat berunding, PKIS Sekar Tanjung akan buka lagi, namun menemui jalan buntu. Pasalnya. pihak PKIS Sekar Tanjung akan bayar pesangon dengan cara cicil selama 7 tahun. Delapan karyawan yang jadi pemohon pailit ke PN Surabaya adalah Lailatul Fiteiyah, Anita Oktaviany, Nita Afrini, Lilis Ernawati, Lik Adah, Fadilillah, Wiwik Susilowati, dan Debby Kurniawan," pungkasnya.

Sementara mantan kepala bagian personalia PKIS Sekar Tanjung, Wempi, saat dikonfirmasi membenarkan 8 karyawan pempohon pailit itu tergolong baru.

"Setelah tuntutannya didampingi serikat tak terkabulkan, mereka mengajukan pailit. Saya kaget kedelapan karyawan PKIS Sekar Tanjung itu mengajukan pailit ke PN Surabaya dan dimenangkan. Disayangkan oleh pengurus lain dan tidak relevan jika mereka menuntut gaji dan bayar pesangon sama dengan karyawan lama," kata Wempy. (ard/par/rev)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Rabu, 24 Februari 2021 07:38 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Wartawan kondang Dahlan Iskan luar biasa. Tulisanya sangat bernas. Bukan saja enak dibaca tapi juga penuh makna dan kaya warna.Baca saja tulisannya kali ini. Ia bercerita tentang listrik yang mati empat hari. Dampakn...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 20 Februari 2021 09:40 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...