Terbakar hangus. Salah satu motor korban amukan massa. (Ist)
GRESIK, BANGSAONLINE.com – Insiden tawuran antara warga Desa Campurejo dan Banyutengah, Kabupaten Gresik, saat patroli sahur, Jumat (27/2/2026) malam, tak hanya mengakibatkan dua korban terkena sabetan parang, melainkan juga berdampak satu rumah terbakar, beberapa kaca rumah pecah, beberapa motor dibakar, hingga mobil dirusak.
Perusakan tersebut dilakukan oleh warga Desa Campurejo yang tak terima lantaran dua warganya dibacok, yakni Wahyu Agung Pratama (24) yang mengalami luka robek di bagian perut kiri dan luka di bagian siku, sementara M. Ruhul Madani (25) mengalami luka gores.
BACA JUGA:
- Ambulans Gratis Sidokkes Polres Gresik Jemput Pasien Bawean untuk Dirujuk ke RSUD Ibnu Sina
- BPJS Gresik Dukung Peluncuran Program Prolanis Muda, Sasar Generasi Produktif Cegah Penyakit Kronis
- Diduga Bawa Airsoft Gun, Aksi Curanmor di Perumahan Gresik Gagal usai Dipergoki Warga
- Polres Gresik Lumpuhkan Residivis Curat di Jombang
Sedangkan rumah dan motor yang dibakar diduga milik S (45), pelaku yang membacok Wahyu Agung Pratama dan M. Ruhul Madani.
Selain itu, warga juga melempari batu dan buah kelapa ke rumah warga Desa Banyutengah tanpa pandang bulu.
Lusi, warga Desa Banyutengah, salah satu korban sasaran amukan massa mengaku prihatin atas kejadian ini.
“Rumah saya lebih parah kerusakannya dibanding rumah pelaku. Mobil perjuanganku pun ikut remuk,” tulis Lusi dalam status akun WhatsApp miliknya.

Tak hanya batu, massa juga melempar buah degan ke rumah warga hingga kaca pecah. (Ist)
Senada dengan Lusi, Hadi Ismanto dan Murifatun, yang juga warga Banyutengah juga menjadi korban sasaran amukan massa.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




