Senin, 14 Oktober 2019 18:58

Kemenag Tuban Teken MoU Dengan Pemdes Banyuurip Terkait Pemanfaatan Menara Rukyatul Hilal

Kamis, 19 September 2019 19:02 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Kemenag Tuban Teken MoU Dengan Pemdes Banyuurip Terkait Pemanfaatan Menara Rukyatul Hilal
Kakankemenag Tuban Sahid saat menandatangani kerja sama disaksikan Kepala Desa Banyuurip Sugiyanto.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tuban menandatangani kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, di ruang kepala kantor Kemenag setempat, Kamis (19/9) sore. Kerja sama itu terkait pengelolaan dan pemanfaatan menara rukyatul hilal Kabupaten Tuban.

Penandatanganan kesepakatan itu dilakukan oleh Kakankemenag Tuban, Sahid dan Kepala Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Sugiyanto. Kerja sama simbiosis mutualisme itu diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak.

Sahid mengatakan, Kemenag selaku pemilik menara atas hibah dari Pemkab Tuban, sedangkan Pemdes Banyuurip sebagai pengelola pemanfaatan menara hilal. Nantinya, menara rukyatul hilal itu juga akan dikembangkan menjadi destinasi wisata.

"Ini terobosan baru yang kami lakukan bersama Pemdes Banyuurip. Tempat rukyat itu bisa dijadikan sebagai destinasi wisata Kota Tuban, karena pemandangannya sangat indah. Jika dikemas dengan menarik dan profesional, insyaallah bisa dikenal di daerah lain. Tidak hanya sekitar Tuban, tapi diharapkan bisa dinikmati oleh pengunjung dari luar Tuban," paparnya.

Ditemui usai penandatanganan MoU, Mashari selaku penyelenggara syariah mengatakan, pengelolaan dan pemanfaatan menara rukyatul hilal ini bertujuan dalam rangka menjalin kerja sama yang terpadu dan berkesinambungan.

"Intinya, pihak Kemenag sudah menyerahkan sepenuhnya pengelolaan kepada pihak kedua, yakni kepala desa, dan Ketua Karang Taruna Banyuurip," kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Banyuurip Sugiyanto mengucapkan terima kasih kepada pihak Kemenag Tuban atas terselenggaranya penandatanganan MoU ini. "Semoga dengan ini bisa menambah pemasukan desa mengingat pendataan khas desa kami tergolong cukup minim. Semoga ke depan bisa kerja sama lebih baik lagi dan andaikan Kemenag ada kegiatan di menara untuk tidak segan-segan memberi kabar ke pemdes," pungkasnya.

Sekadar informasi, sejarah berdirinya menara rukyatul hilal, bahwa bangunan itu adalah hibah dari Pemkab Tuban senilai kurang lebih 300 juta kepada Kemenag dalam bentuk bangunan. (gun/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Senin, 14 Oktober 2019 10:04 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Rayap, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesa (KBBI), mengandung dua arti. Pertama, rayap adalah serangga (seperti semut) berwarna putih tidak bersayap. Kedua, rayap berarti orang yang mengeruk kantong orang lain.Dalam berbagai ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...