
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) yang didukung oleh PT Kilang Pertamina Internasional berkolaborasi dengan Polindes Kartika Desa Wadung, Kecamatan Jenu, menginisiasi program pengembangan sumber pangan melalui perkebunan dan perikanan akuaponik.
Pelaksanaan program tersebut didasari atas permasalahan kesehatan masyarakat yang erat kaitannya dengan asupan pangan cukup serta memiliki gizi yang seimbang.
Poliklinik Desa atau Polindes yang selama ini berperan krusial dalam penyediaan akses pelayanan kesehatan masyarakat dengan dukungan berbagai pihak dapat diberdayakan. Bukan hanya sebagai penyedia layanan kesehatan yang menjadi kegiatan utama, tetapi juga dapat mendukung program kemandirian pangan tersebut.
Penyerahan perangkat akuaponik ini dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan program edukasi kesehatan masyarakat bertajuk Cantik Di Hati (Cara PRPP Ikut Mengembangkan Masyarakat Sehat Sejati) di Balai Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
Sr. Officer CSR PRPP, Yuli Witantra, saat dikonfirmasi menyampaikan, program ini menjadi komitmen Proyek GRR Tuban untuk mengembangkan masyarakat sekitar area proyek di segala bidang, termasuk di bidang pengembangan kesehatan masyarakat.
“Alhamdulillah, melanjutkan kegiatan serupa dari tahun sebelumnya, kami kembali menyelenggarakan program Cantik Di Hati. Meskipun prevalensi stunting Tuban sudah turun, kami tetap percaya bahwa kegiatan atau program terkait kesehatan masyarakat harus secara berkesinambungan dilaksanakan. Oleh karena itu, kami dengan kemampuan yang ada tetap ikut mendukung hal tersebut,” beber Yuli.
Yuli menggarisbawahi, bahwa Polindes memiliki posisi yang strategis dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya pola hidup sehat, termasuk dalam penyediaan makanan sehat untuk keluarga.
Bahkan lebih jauh, Polindes dapat pula berperan penting dalam penyediaan makanan sehat secara mandiri kepada masyarakat.
Muhammad Syaifudin Zuhri, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kecamatan Jenu, yang mewakili Pemerintah Kecamatan Jenu pada kegiatan ini, mengapresiasi langkah Proyek GRR Tuban yang dinilai sejalan dengan program Kecamatan Jenu untuk turut serta secara aktif dalam upaya penurunan tingkat prevalensi stunting Kabupaten Tuban.
“Pekerjaan rumah kita bersama, bukan hanya pemerintah desa, kecamatan, serta warga masyarakat desa, termasuk seluruh elemen yaitu terkait penanggulangan stunting. Stunting ini menjadi program fokus dari pemerintah pusat yang diturunkan hingga daerah,” buka Syaifudin dalam sambutannya.
Syaifudin juga menggarisbawahi peran perusahaan dalam program-program edukasi kesehatan seperti ini yang harus dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai upaya bersama dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Selain penyerahan bantuan perangkat akuaponik, pada kegiatan ini juga menghadirkan kegiatan sosialisasi dan edukasi terkait kesehatan masyarakat, yaitu dari Puskesmas Jenu dengan materi terkait higienitas makanan.
Kemudian ada dari Kampoeng Tani Tuban yang menyampaikan pelatihan kegiatan perkebunan dan perikanan dengan metode akuaponik.
Selain di Desa Wadung, kegiatan ini juga dilaksanakan di Desa Sumurgeneng yang dihadiri lebih dari 70 kader Posyandu dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dari kedua desa.
Gihanto, Kepala Desa Sumurgeneng, yang ditemui di tempat terpisah memberikan apresiasi atas program CSR yang diselenggarakan oleh PRPP sebagai bentuk kepedulian yang secara konsisten ditunjukkan oleh perusahaan.
Dia berharap program-program seperti ini tetap dijalankan oleh PRPP di desa yang dipimpinnya di masa mendatang.
Kegiatan edukasi kesehatan masyarakat Cantik Di Hati ini merupakan kelanjutan kegiatan sejenis yang dilaksanakan tahun 2024 silam.
Selain sebagai dukungan atas pilar ke-2 Asta Cita, terkait kemandiran atau swasembada pangan, kegiatan ini sekaligus merupakan salah satu upaya seluruh elemen Proyek GRR Tuban terkait komitmen implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB), khususnya terkait TPB nomor 2 tanpa kelaparan, serta nomor 3 kehidupan sehat dan sejahtera.