Selasa, 17 September 2019 00:17

​Raja Arab Saudi Ngakak ketika Gus Dur Cerita Bahasa Arab Versi Kitab Kuning No Entry

Selasa, 10 September 2019 12:27 WIB
Editor: Em Mas'ud Adnan
​Raja Arab Saudi Ngakak ketika Gus Dur Cerita Bahasa Arab Versi Kitab Kuning No Entry
KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). foto: gusdur.net

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Raja Fahd bin Abdul Aziz Al-Saud adalah raja yang dikenal jarang tertawa. Tapi Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bisa membuat Raja Arab Saudi yang berkuasa 23 tahun 49 hari (13 Juni 1982 – 1 Agustus 2005) itu tertawa terpingkal-pingkal.

Humor apa yang dilontarkan Gus Dur sehingga sang raja tertawa ngakak?

“Saya pernah bilang kepada Raja Fahd, ketika saya jadi presiden, (saat) berkunjung ke Arab Saudi,” tutur Gus Dur dalam suatu pengajian.

Loh, Gus Dur bilang apa? “Baginda jangan gampang percaya terhadap bahasa Arab jamaah haji dari Indonesia,” ungkap Gus Dur. Raja Fahd tentu saja penasaran.

“Kenapa?,” tanya Raja Fahd.

“Mereka pakai bahasa Arab kuno yang ada dalam kitab-kitab lama. Sedang Anda sudah pakai bahasa Arab modern,” jelas Gus Dur.

“O ya, contohnya apa?,” tanya Raja Fahd lagi.

Gus Dur lalu bercerita ada seorang kiai, seorang syaikh dari Indonesia pergi haji. Usai menaruh barang-barang di tempat penginapan, ia bersama pembantunya keluar asrama. Ternyata di samping asrama itu ada jalan satu arah. Nah, pada bagian depan jalan itu ada tulisan bahasa Inggris “no entry” (dilarang masuk) dan bahasa Arab “mamnu’u dukhul”, yang artinya juga dilarang masuk.

Kiai ini, tutur Gus Dur, tak bisa bahasa Arab modern. Ia hanya mengerti bahasa Arab versi kitab-kitab lama yang disebut kitab kuning. Nah, dalam kitab kuning, arti “dukhul” adalah berhubungan seks suami istri. Jadi kiai itu menerjemahkan "mamnu'u dukhul" tersebut dengan arti "dilarang berhubungan seks" di jalan raya itu. Karena itu, ia heran ketika membaca tulisan “mamnu’u dukhul” yang terpampang di jalan tersebut.

“Orang sini keterlaluan. Masak begitu (berhubungan seks-red) kok di jalan,” kata kiai itu kepada pembantunya.

Mendengar cerita Gus Dur itu, Raja Fahd tertawa ngakak. “Raja Fahd ngguyu kepingkel-pingkel,” kata Gus Dur. (BANGSAONLINE.com)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...