Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi dan komunitas internasional, termasuk Universiti Malaya, guna memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkelanjutan di Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan ketika saat menerima kunjungan kehormatan Universiti Malaya dalam rangka Lawatan Kunjung Hormat Universiti Malaya Program Outbound Malang Intellectual Journey di Gedung Negara Grahadi, Selasa (27/1/2026).
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
"Saya berharap, kunjungan ini dapat memberikan pengalaman yang berkesan, memperluas wawasan, serta menjadi awal dari kerja sama yang semakin erat, produktif, dan berkesinambungan antara Jawa Timur dan Malaysia," kata Khofifah.
Khofifah menegaskan, kunjungan tersebut menjadi momentum penting mempererat hubungan persahabatan, kerja sama, serta pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan SDM.
"Pemprov Jatim menyambut hangat kedatangan rombongan mahasiswa dan dosen Universiti Malaya. Semoga silaturahim ini bisa kita teruskan dalam format lainnya, bisa melalui format dakwah, ekonomi, pendidikan, budaya dan seterusnya," katanya.
Menurut dia, program akademik semacam ini tidak hanya memperkuat jejaring antarmahasiswa dan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran lintas budaya serta pertukaran perspektif global.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga memaparkan potensi Jawa Timur sebagai provinsi dengan modal pembangunan yang kuat. Dengan penduduk hampir 15 persen dari total populasi Indonesia dan mayoritas usia produktif, Jawa Timur disebut memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak ekonomi nasional.
"Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Potensi tersebut ditopang oleh letak geografis yang strategis, infrastruktur yang semakin terkoneksi, serta ekosistem industri dan logistik yang terus berkembang," paparnya.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




