Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Ia menambahkan, pada Triwulan III-2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,22 persen (y-on-y), lebih tinggi dibanding rata-rata nasional 5,04 persen. Jawa Timur juga menjadi penyumbang ekonomi terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi 25,65 persen dan menyumbang 14,54 persen terhadap perekonomian nasional.
Ditegaskan olehnya, Jawa Timur kini mengambil peran sebagai 'Gerbang Baru Nusantara', didukung Pelabuhan Tanjung Perak yang melayani hampir 80 persen distribusi logistik ke Indonesia Timur, 13 kawasan industri, serta dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yakni Gresik dan Singhasari.
Selain potensi ekonomi, Khofifah menekankan karakter Jawa Timur sebagai daerah yang menjunjung tinggi Islam moderat dan toleransi.
"Lima dari sembilan Wali yang mengajarkan Islam moderasi ini ada di Jawa Timur, Sunan Ampel, Sunan Giri, Maulana Malik Ibrahim, Sunan Drajat dan Sunan Bonang," tuturnya.
Ia menilai nilai moderasi dan toleransi menjadi perekat kuat hubungan Indonesia–Malaysia sebagai bangsa serumpun.
"Persaudaraan yang harmonis, kultur yang hampir sama ini menjadi kekuatan untuk terus menggerakkan seluruh energi positif dalam membangun negara kita masing-masing," ucapnya
Sementara itu, Pensyarah Kanan Universiti Malaya, Muhammad Hazim bin Mohd Azhar, menyampaikan apresiasi atas sambutan Gubernur Khofifah. Ia mengaku terkesan dengan paparan mengenai Islam moderat yang dibangun para Wali Songo.
"Saya selaku wakil daripada Universiti Malaya sangat menghargai dan berterima kasih. Saya kira ibu Gubernur itu sebagai satu nikmat yang Allah berikan kepada penduduk atau rakyat Jawa Timur," ujarnya. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




