Garam dari pulau gili raja saat hendak diangkut ke perahu
SUMENEP,BANGSAONLINE.com - Musim kemarau yang mulai berlangsung di Kabupaten Sumenep belum sepenuhnya membawa keuntungan bagi petani garam di Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genteng, karena harga garam justru mengalami penurunan saat produksi mulai meningkat.
Salah seorang petani garam, Muhamad, mengatakan harga garam pada awal 2026 sempat menyentuh Rp2.600 per kilogram. Namun, memasuki musim produksi saat ini, harga turun menjadi sekitar Rp1.900 per kilogram.
BACA JUGA:
- 1.356 CJH Sumenep Berangkat ke Tanah Suci, Wabup Ingatkan Cuaca Ekstrem di Makkah
- YBM PLN Salurkan Bantuan Ternak Kambing untuk Buruh Serabutan di Sumenep
- Sambut Musim Tanam Tembakau, Petani Sumenep Mulai Semai Bibit, Harga Capai Rp50 Ribu per Ikat
- Apresiasi Bedah Rumah di Sumenep, Ketua Ansor Jatim Ajak Pemuda Semangat Bergerak Berdampak
“Sekarang turun sekitar Rp600 per kilogram. Tapi petani biasanya menjual dalam hitungan ton, bukan mengejar harga per kilogram,” ujarnya.
Menurut Muhamad, fluktuasi harga garam sudah menjadi hal yang biasa dirasakan masyarakat pesisir Gili Raja. Menjelang musim panen, harga garam umumnya melemah akibat meningkatnya pasokan di pasaran.
Kondisi tersebut membuat tidak semua warga bertahan menjadi petani garam karena harga jual dinilai kerap tidak stabil.
“Makanya hanya sebagian kecil warga yang tetap fokus bertambak garam, karena harganya sering tidak stabil,” kata Muhamad.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




