Sabtu, 19 Oktober 2019 07:26

Minimalisir Pelayanan Face to Face, Digitalisasi akan Persempit Gratifikasi

Rabu, 21 Agustus 2019 22:43 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Iwan Irawan
Minimalisir Pelayanan Face to Face, Digitalisasi akan Persempit Gratifikasi
Wali Kota Malang Sutiaji membuka acara sosialisasi gratifikasi dari KPK di hotel Atria Malang, Rabu (21/08). foto: IWAN/ BANGSAONLINE

MALANG, BANGSAONLINE.com - Direktorat Gratifikasi Komisioner Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Inspektorat Kota Malang menyelenggarakan sosialiasasi gratifikasi bagi ASN (Pejabat) lingkungan Pemkot Malang, bertempat di Hotel Atria Malang, Rabu (21/08).

Lebih dari 10 OPD (organisasi perangkat daerah) yang berkaitan dengan pelayanan dihadirkan oleh Inspektorat Kota Malang. Di antaranya, DPUPR, DPM-PTSP, Satpol PP, Lurah, Camat, Disperkim, BP2D, dan OPD lainnya.

Wali Kota Malang Sutiaji menerangkan dalam sosialiasi gratifikasi ini, Direktorat Gratifikasi KPK meminta agar pelayanan dengan cara face to face dipersempit, guna meminimalisir adanya gratifikasi.

"Sebab, munculnya gratifikasi adanya kedua belah pihak yang melayani dan terlayani. Ini memberikan peluang adanya rasa terima kasih bagi yang terlayani. Jika hal tu, dianggap sebagai hal biasa oleh banyak masyarakat, kami mengkhawatirkan ASN (pejabat) akan terjerembab pada permasalahan hukum," kata Sutiaji.

Untuk itu, ke depan sistem pelayanan publik akan diubah menjadi digital bertujuan meminimalisir adanya ruang gerak yang mengarah ke gratifikasi. "Kami berupaya agar permohonan pengurusan administrasi atau pelayanan publik lainnya, cukup di satu OPD," imbuhnya.

Sementara Perwakilan Direktorat Gratifikasi Yuli Kamaliya menandaskan, sosialisasi ini dalam rangka mencegah pemberian hadiah (gratifikasi) berkaitan dengan tupoksi atau jabatan seorang ASN yang sedang menangani proyek atau perkara.

"KPK memberikan toleransi pemberian hadiah kepada seorang ASN sebagai kolega. Peraturan di komisi kami, tentunya tidak lebih dari nilai Rp 1 juta bagi seorang yang terkena musibah," tandasnya.

"Demikian halnya untuk kolega yang sedang berulang tahun, tidak lebih dari nilai Rp 300 ribu, atau perihal traktiran, KPK menegaskan tidak lebih dari angka Rp 200 ribu," pungkasnya. (iwa/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...