Sabtu, 07 Desember 2019 15:30

Minimalisir Pelayanan Face to Face, Digitalisasi akan Persempit Gratifikasi

Rabu, 21 Agustus 2019 22:43 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Iwan Irawan
Minimalisir Pelayanan Face to Face, Digitalisasi akan Persempit Gratifikasi
Wali Kota Malang Sutiaji membuka acara sosialisasi gratifikasi dari KPK di hotel Atria Malang, Rabu (21/08). foto: IWAN/ BANGSAONLINE

MALANG, BANGSAONLINE.com - Direktorat Gratifikasi Komisioner Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Inspektorat Kota Malang menyelenggarakan sosialiasasi gratifikasi bagi ASN (Pejabat) lingkungan Pemkot Malang, bertempat di Hotel Atria Malang, Rabu (21/08).

Lebih dari 10 OPD (organisasi perangkat daerah) yang berkaitan dengan pelayanan dihadirkan oleh Inspektorat Kota Malang. Di antaranya, DPUPR, DPM-PTSP, Satpol PP, Lurah, Camat, Disperkim, BP2D, dan OPD lainnya.

Wali Kota Malang Sutiaji menerangkan dalam sosialiasi gratifikasi ini, Direktorat Gratifikasi KPK meminta agar pelayanan dengan cara face to face dipersempit, guna meminimalisir adanya gratifikasi.

"Sebab, munculnya gratifikasi adanya kedua belah pihak yang melayani dan terlayani. Ini memberikan peluang adanya rasa terima kasih bagi yang terlayani. Jika hal tu, dianggap sebagai hal biasa oleh banyak masyarakat, kami mengkhawatirkan ASN (pejabat) akan terjerembab pada permasalahan hukum," kata Sutiaji.

Untuk itu, ke depan sistem pelayanan publik akan diubah menjadi digital bertujuan meminimalisir adanya ruang gerak yang mengarah ke gratifikasi. "Kami berupaya agar permohonan pengurusan administrasi atau pelayanan publik lainnya, cukup di satu OPD," imbuhnya.

Sementara Perwakilan Direktorat Gratifikasi Yuli Kamaliya menandaskan, sosialisasi ini dalam rangka mencegah pemberian hadiah (gratifikasi) berkaitan dengan tupoksi atau jabatan seorang ASN yang sedang menangani proyek atau perkara.

"KPK memberikan toleransi pemberian hadiah kepada seorang ASN sebagai kolega. Peraturan di komisi kami, tentunya tidak lebih dari nilai Rp 1 juta bagi seorang yang terkena musibah," tandasnya.

"Demikian halnya untuk kolega yang sedang berulang tahun, tidak lebih dari nilai Rp 300 ribu, atau perihal traktiran, KPK menegaskan tidak lebih dari angka Rp 200 ribu," pungkasnya. (iwa/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 21 November 2019 23:31 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Meluasnya kabar keberadaan destinasi wisata alam pohon besar yang mempunyai akar seribu di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, membuat warga setempat penasaran. Kini, pohon akar seribu itu telah menjadi daya tarik da...
Senin, 02 Desember 2019 15:43 WIB
Oleh: Nico Ainul Yakin (Wakil Ketua DPW Nasdem Jawa Timur)HUT ke-8 Partai NasDem yang digelar DPW Partai NasDem Jawa Timur di JX International Surabaya (23/11/2019) lalu berjalan meriah dan sukses. Ribuan kader NasDem dari pelosok Jawa Ti...
Sabtu, 30 November 2019 20:10 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*76. Wa-in kaaduu layastafizzuunaka mina al-ardhi liyukhrijuuka minhaa wa-idzan laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilaan.Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau h...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...