Minggu, 19 Januari 2020 00:09

Tafsir Al-Isra' 49-51: Logika Kafir, Logika Telor-Ayam

Sabtu, 08 Juni 2019 14:26 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Isra
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag

49. Waqaaluu a-idzaa kunnaa ‘izhaaman warufaatan a-innaa lamab’uutsuuna khalqan jadiidaan.

Dan mereka berkata, “Apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?”

50. Qul kuunuu hijaaratan aw hadiidaan.

Katakanlah (Muhammad), “Jadilah kamu batu atau besi,

51. Aw khalqan mimmaa yakburu fii shuduurikum fasayaquuluuna man yu’iidunaa quli alladzii fatharakum awwala marratin fasayunghidhuuna ilayka ruuusahum wayaquuluuna mataa huwa qul ‘asaa an yakuuna qariibaan.

atau menjadi makhluk yang besar (yang tidak mungkin hidup kembali) menurut pikiranmu.” Maka mereka akan bertanya, “Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?” Katakanlah, “Yang telah menciptakan kamu pertama kali.” Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepalanya kepadamu dan berkata, “Kapan (Kiamat) itu (akan terjadi)?” Katakanlah, “Barang kali waktunya sudah dekat,”

TAFSIR AKTUAL:

Perdebatan klise tapi dimaklumi, yaitu tentang: dulu mana ayam dan telor? Dijawab yang mana saja pasti benar, sekaligus terbantah. Dijawab ayam lebih dulu, pasti akan digugat, "ayam lahir dari mana?". Dijawab telor lebih dahulu, juga dipertanyakan, "telor keluar dari mana?"

Begitulah jika perdebatan berkutat pada lingkar rasional dan berangkat dari sama-sama ada tanpa bacaan filosofis, apa di balik yang terlihat. Tapi jika mereka mau masuk ke lingkar keimanan, maka pertanyaan akan berubah menjadi: "Lalu, siapa yang menciptakan ayam dan telor?"

Dengan pertanyaan ini, akan ditemukan siapa yang paling dahulu di antara yang dahulu, sekaligus ditemukan siapa yang mencipta ayam dan telor. Orang yang hanya pakai akal dan tak beranjak dari yang dia lihat, akan linglung di putaran itu dan tidak akan menemukan jawaban pasti, kecuali merujuk teori ashalah. Yaitu teori yang mengatakan, bahwa asal-muasal suatu benda itu adalah induknya.

Jadi, manusia ada dulu baru punya anak, nabi Adam dan ibu Hawa dulu, baru punya anak, ayam dulu baru bertelor. Jika tidak pakai teori al-ashalah, maka debat kusir terus ramai tanpa akhir. Mencari jawaban tentang siapa yang mencipta pertama kali, orang beriman pasti cepat menemukan jawaban: "Dialah Tuhan Allah SWT, al-Qadim dan al-Khaliq." "quli alladzii fatharakum awwala marrah".

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 01 Januari 2020 19:47 WIB
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Wisata Edukasi Kampung Coklat di Kabupaten Blitar baru-baru ini telah menghadirkan spot instagramable bagi para pengunjung.Lokasi wisata yang terletak di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar tersebut ...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Sabtu, 18 Januari 2020 12:20 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*79. Wamina allayli fatahajjad bihi naafilatan laka ‘asaa an yab’atsaka rabbuka maqaaman mahmuudaanDan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan...
Kamis, 16 Januari 2020 12:56 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...