Jumat, 23 Agustus 2019 17:05

Tafsir Al-Isra' 49-51: Logika Kafir, Logika Telor-Ayam

Sabtu, 08 Juni 2019 14:26 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Isra
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag

49. Waqaaluu a-idzaa kunnaa ‘izhaaman warufaatan a-innaa lamab’uutsuuna khalqan jadiidaan.

Dan mereka berkata, “Apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?”

50. Qul kuunuu hijaaratan aw hadiidaan.

Katakanlah (Muhammad), “Jadilah kamu batu atau besi,

51. Aw khalqan mimmaa yakburu fii shuduurikum fasayaquuluuna man yu’iidunaa quli alladzii fatharakum awwala marratin fasayunghidhuuna ilayka ruuusahum wayaquuluuna mataa huwa qul ‘asaa an yakuuna qariibaan.

atau menjadi makhluk yang besar (yang tidak mungkin hidup kembali) menurut pikiranmu.” Maka mereka akan bertanya, “Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?” Katakanlah, “Yang telah menciptakan kamu pertama kali.” Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepalanya kepadamu dan berkata, “Kapan (Kiamat) itu (akan terjadi)?” Katakanlah, “Barang kali waktunya sudah dekat,”

TAFSIR AKTUAL:

Perdebatan klise tapi dimaklumi, yaitu tentang: dulu mana ayam dan telor? Dijawab yang mana saja pasti benar, sekaligus terbantah. Dijawab ayam lebih dulu, pasti akan digugat, "ayam lahir dari mana?". Dijawab telor lebih dahulu, juga dipertanyakan, "telor keluar dari mana?"

Begitulah jika perdebatan berkutat pada lingkar rasional dan berangkat dari sama-sama ada tanpa bacaan filosofis, apa di balik yang terlihat. Tapi jika mereka mau masuk ke lingkar keimanan, maka pertanyaan akan berubah menjadi: "Lalu, siapa yang menciptakan ayam dan telor?"

Dengan pertanyaan ini, akan ditemukan siapa yang paling dahulu di antara yang dahulu, sekaligus ditemukan siapa yang mencipta ayam dan telor. Orang yang hanya pakai akal dan tak beranjak dari yang dia lihat, akan linglung di putaran itu dan tidak akan menemukan jawaban pasti, kecuali merujuk teori ashalah. Yaitu teori yang mengatakan, bahwa asal-muasal suatu benda itu adalah induknya.

Jadi, manusia ada dulu baru punya anak, nabi Adam dan ibu Hawa dulu, baru punya anak, ayam dulu baru bertelor. Jika tidak pakai teori al-ashalah, maka debat kusir terus ramai tanpa akhir. Mencari jawaban tentang siapa yang mencipta pertama kali, orang beriman pasti cepat menemukan jawaban: "Dialah Tuhan Allah SWT, al-Qadim dan al-Khaliq." "quli alladzii fatharakum awwala marrah".

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...