Senin, 19 Agustus 2019 13:39

Terlibat Perampasan, Satu Pelajar SMK di Jombang Tak Bisa Ikut UN

Jumat, 29 Maret 2019 18:19 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Rony Suhartomo
Terlibat Perampasan, Satu Pelajar SMK di Jombang Tak Bisa Ikut UN
Ketiga pelaku diamankan di Mapolres Jombang. foto: RONY S/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Lantaran terlibat aksi perampasan, satu pelajar SMK di Jombang, Jawa Timur, terpaksa tidak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN).

Dia adalah NA (18) siswa kelas XII sebuah SMK, asal Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno. NA ditangkap anggota Satreskrim Polres Jombang pada dua hari menjelang pelaksanaan UN bersama dua rekannya setelah terbukti terlibat kasus pencurian dengan kekerasan pada pertengahan bulan lalu. Korbannya bernama Angga Wibisono (23) warga Jalan Raya Diwek.

NA kini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan petugas. Dalam aksinya, NA berperan menarik tas milik korbannya.

“Untuk Ujian Nasional, tersangka NA ini akan mengikuti ujian susulan. Nanti pihak sekolah yang memberikan informasinya mengenai jadwalnya,” terang KBO Satreskrim Polres Jombang, Iptu Sujadi, Rabu (27/03/2019).

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi perampasan ini dialamai oleh Angga Wibisono (23) warga Jalan Raya Diwek Kecamatan Diwek. Sedangkan pelakunya berjumlah enam orang, satu di antaranya diduga sebagai penadah yang membeli hasil kejahatan tersebut.

Dari enam pelaku, tiga di antaranya sudah dibekuk polisi. Di antaranya, NA (18) pelajar asal Desa Penggaron Kecamatan Mojowarno, AD (16) asal satu Desa dengan NA, serta Muhammad Hermawan (21) warga Desa/Kecamatan Peterongan.

Insiden ini terjadi pada hari Minggu (10/03/2019) dini hari lalu. Saat itu, Angga baru saja selesai menonton pertandingan sepak bola dari arah Malang. Sesampainya di jalan raya Ngoro, tepatnya sebelah Barat Pasar Ngoro, tiba-tiba dia dihadang tiga orang pemuda yang menggunakan dua sepeda motor. Karena merasa takut, Angga pun berhenti. Sebab, salah satu di antara pelaku yang mencoba memaksanya berhenti itu membawa sebuah palu.

Selanjutnya, Angga dipaksa untuk menyerahkan tas yang dia bawa. Karena merasa terancam, korban pun langsung menyerahkan tasnya. Tidak hanya itu, sebelum tancap gas meninggalkan korbanya, pelaku yang diketahui berjumlah lima orang itu juga mengambil kunci motor milik korban dan membuangnya di tengah jalan.

“Jadi, korban ini dipaksa untuk menyerahkan barang berupa tas yang di dalamnya berisi HP, uang Rp 350.000.- dan surat-surat serta helm,” ujar Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu.

Korban kemudian langsung melaporkan kejadian ini kepada polisi. Menindaklanjuti laporan tentang dugaan perampasan tersebut, anggota Resmob langsung terjun melakukan penyelidikan.

Perburuan ini membuahkan hasil, dan tiga pelaku berhasil diringkus petugas di Jalan Raya Desa Mojotrisno Kecamatan Mojoagung, pada Sabtu (23/03/19) lalu. Tiga pelaku ini dibekuk beserta barang bukti hasil perampasannya. Mereka kemudian dibawa ke Mapolres Jombang untuk proses lebih lanjut.

“Barang bukti berupa satu buah hp Xiaomi Redmi 4A (hasil rampasan), sebuah palu, sebuah tas coklat (hasil rampasan), dan satu unit sepeda motor Vario sebagai sarana untuk melakukan perampasan,” terangnya.

Azi menjelaskan, dalam melancarkan aksinya ini, ketiga pelaku memiliki peran berbeda. AD bertugas membawa palu untuk menghadang korbanya, sedangkan NA yang masih duduk dibangku SMA di Jombang ini berperan menarik tas korban. Sedangkan Hermawan ini yang membeli hasil kejahatan tersebut (bukan menunggu di atas sepeda motornya seperti berita sebelumnya).

Kini, ketiga pelaku harus meringkuk disel tahanan Polres Jombang untuk menjalai proses penyidikan. Sedangkan tiga pelaku lainya yang identitasnya sudah dikantongi sedang diburu oleh polisi.

“Jika terbukti bersalah, para pelaku akan kami jerat dengan tentang pencurian dengan kekerasan. Sedangkan untuk yang penadah akan dikenakan pasal 480 KUHP,” pungkasnya. (ony/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...