Sabtu, 18 Januari 2020 02:26

Tanggapi Pernyataan Dugaan Jual Beli Jabatan di UIN, Rektor IAIN Madura Tantang Diskusi Mahfud MD

Kamis, 21 Maret 2019 21:43 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Erri Sugianto
Tanggapi Pernyataan Dugaan Jual Beli Jabatan di UIN, Rektor IAIN Madura Tantang Diskusi Mahfud MD
Rektor IAIN Madura Dr. H. Mohammad Kosim, M.Ag.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Pernyataan Mahfud MD di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang mencurigai adanya kejanggalan dalam pemilihan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2019-2023, juga pemilihan Rektor UIN Makassar dan Ketua STAIN Meulaboh, mendapatkan tanggapan serius dari Rektor IAIN Madura Dr. H. Mohammad Kosim M.Ag.

Dalam acara tersebut, Mahfud MD mengungkapkan kejanggalan dalam pengangkatan Rektor UIN Jakarta. Di antaranya, pelantikan Andi Faizal Bakti sebagai pemenang pemilihan Rektor UIN Jakarta yang tidak dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

"Tahun lalu dia (Andi) ikut pemilihan dan menang, namun tidak dilantik di UIN Ciputat," ujar Mahfud saat berbicara dalam acara yang ditayangkan stasiun televisi swasta itu, Selasa (20/3/19) kemarin.

Tak hanya itu, bahkan Mahfud MD mengaku mencium adanya jual beli jabatan di lingkungan Menteri Agama. Menurutnya, berdasarkan informasi yang terimanya, Andi pernah didatangi seseorang yang menawari jabatan rektor dengan kompensasi Rp. 5 miliar.

"Andi didatangi orang dimintai Rp. 5 miliar untuk jadi Rektor," ucap Mahfud MD yang merupakan putra asli Pamekasan, Madura.

Terkait hal ini, Mohammad Kosim menyebut pernyataan yang disampaikan Mahfud MD tidak masuk akal. "Asbun (asal bunyi, red), tanpa adanya ternyataan dari kedua belah pihak. Saya kroscek, Mahfud itu banyak data yang salah. Masak diminta Rp. 5 miliar, itu kan nggak masuk akal. Wong jabatan Rektor gajinya hanya 5 juta," ujar Kosim saat ditemui usai menandatangani MoU dengan Polres Pamekasan, Kamis (21/03/19).

Moh. Kosim menganggap Mahfud MD ngawur dalam menyampaikan pernyataan. Bahkan, ia mengatakan ingin mengundang Mahfud MD untuk diskusi terkait hal tersebut.

"Seharusnya sebagai pakar hukum dan mantan Ketua MK seharusnya kroscek dulu ke Kementerian Agama biar berimbang, dan lebih berhati-hati lagi dalam berbicara di depan publik," ungkapnya.

"Sebagai sesama orang Madura, saya merasa risih mendengarnya. Orang madura kok berbicara kurang bagus seperti itu. Kalau ke Madura saya ingin ketemu untuk menanyakan terkait pernyataannya," pungkas Mohammad Kosim. (err/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 01 Januari 2020 19:47 WIB
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Wisata Edukasi Kampung Coklat di Kabupaten Blitar baru-baru ini telah menghadirkan spot instagramable bagi para pengunjung.Lokasi wisata yang terletak di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar tersebut ...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Rabu, 15 Januari 2020 12:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*79. Wamina allayli fatahajjad bihi naafilatan laka ‘asaa an yab’atsaka rabbuka maqaaman mahmuudaanDan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan...
Kamis, 16 Januari 2020 12:56 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...