Senin, 26 Agustus 2019 12:53

Tanggapi Pernyataan Dugaan Jual Beli Jabatan di UIN, Rektor IAIN Madura Tantang Diskusi Mahfud MD

Kamis, 21 Maret 2019 21:43 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Erri Sugianto
Tanggapi Pernyataan Dugaan Jual Beli Jabatan di UIN, Rektor IAIN Madura Tantang Diskusi Mahfud MD
Rektor IAIN Madura Dr. H. Mohammad Kosim, M.Ag.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Pernyataan Mahfud MD di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang mencurigai adanya kejanggalan dalam pemilihan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2019-2023, juga pemilihan Rektor UIN Makassar dan Ketua STAIN Meulaboh, mendapatkan tanggapan serius dari Rektor IAIN Madura Dr. H. Mohammad Kosim M.Ag.

Dalam acara tersebut, Mahfud MD mengungkapkan kejanggalan dalam pengangkatan Rektor UIN Jakarta. Di antaranya, pelantikan Andi Faizal Bakti sebagai pemenang pemilihan Rektor UIN Jakarta yang tidak dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

"Tahun lalu dia (Andi) ikut pemilihan dan menang, namun tidak dilantik di UIN Ciputat," ujar Mahfud saat berbicara dalam acara yang ditayangkan stasiun televisi swasta itu, Selasa (20/3/19) kemarin.

Tak hanya itu, bahkan Mahfud MD mengaku mencium adanya jual beli jabatan di lingkungan Menteri Agama. Menurutnya, berdasarkan informasi yang terimanya, Andi pernah didatangi seseorang yang menawari jabatan rektor dengan kompensasi Rp. 5 miliar.

"Andi didatangi orang dimintai Rp. 5 miliar untuk jadi Rektor," ucap Mahfud MD yang merupakan putra asli Pamekasan, Madura.

Terkait hal ini, Mohammad Kosim menyebut pernyataan yang disampaikan Mahfud MD tidak masuk akal. "Asbun (asal bunyi, red), tanpa adanya ternyataan dari kedua belah pihak. Saya kroscek, Mahfud itu banyak data yang salah. Masak diminta Rp. 5 miliar, itu kan nggak masuk akal. Wong jabatan Rektor gajinya hanya 5 juta," ujar Kosim saat ditemui usai menandatangani MoU dengan Polres Pamekasan, Kamis (21/03/19).

Moh. Kosim menganggap Mahfud MD ngawur dalam menyampaikan pernyataan. Bahkan, ia mengatakan ingin mengundang Mahfud MD untuk diskusi terkait hal tersebut.

"Seharusnya sebagai pakar hukum dan mantan Ketua MK seharusnya kroscek dulu ke Kementerian Agama biar berimbang, dan lebih berhati-hati lagi dalam berbicara di depan publik," ungkapnya.

"Sebagai sesama orang Madura, saya merasa risih mendengarnya. Orang madura kok berbicara kurang bagus seperti itu. Kalau ke Madura saya ingin ketemu untuk menanyakan terkait pernyataannya," pungkas Mohammad Kosim. (err/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...