Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat merupakan fondasi utama keberhasilan pembangunan Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat paripurna istimewa DPRD Jatim dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-80 Jawa Timur pada Minggu (12/10/2025).
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
“Keberhasilan Jawa Timur adalah hasil sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat. Inilah kekuatan gotong royong yang menjadi identitas kita,” kata Khofifah.
Menurut dia, peringatan Hari Jadi ke-80 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi, rasa syukur, dan peneguhan komitmen bersama untuk membawa Jawa Timur terus tangguh, bertumbuh, dan berdaya saing menuju masa depan inklusif dan berkelanjutan.
Khofifah menyebut, 8 dekade perjalanan Jawa Timur sebagai kisah tentang ketangguhan, kebersamaan, dan kemampuan beradaptasi di tengah perubahan zaman.
Rapat tersebut turut dihadiri Prof. Mohammad Mahfud MD sebagai pembicara kunci. Khofifah menyebut kehadiran Mahfud sebagai bentuk penghormatan dan penguatan moral bagi masyarakat Jawa Timur dalam menjaga integritas, demokrasi, dan kebersamaan.
Ia juga mengingatkan tonggak sejarah berdirinya Provinsi Jawa Timur pada 12 Oktober 1945, saat R.M.T. Ario Soerjo dilantik sebagai gubernur pertama.
Semangat perjuangan itulah yang menurutnya membawa Jawa Timur tetap tangguh hingga kini. Khofifah juga mengapresiasi DPRD Jatim sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal aspirasi rakyat.
“Kemitraan antara eksekutif dan legislatif adalah kunci dalam mengawal amanat rakyat. Sementara solidaritas dan kepedulian sosial masyarakat memperkuat fondasi pembangunan daerah,” tuturnya.
Tema Hari Jadi ke-80, 'Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh', mencerminkan semangat kolektif masyarakat Jawa Timur yang mampu bertahan dan berinovasi di tengah tantangan global.
Dalam kesempatan itu, Khofifah memperkenalkan filosofi kerja baru bertajuk 'JATIM BISA' (Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif) sebagai arah baru pembangunan daerah.
Ia menjelaskan, semangat 'JATIM BISA' menegaskan peran aktif Jawa Timur dalam membentuk arah kemajuan bangsa.
Berdaya berarti percaya diri dan mandiri dalam mengoptimalkan potensi lokal; Inklusif menandakan tidak ada masyarakat yang tertinggal; Sinergis menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor; dan Adaptif menjadi kunci agar Jawa Timur mampu berinovasi tanpa kehilangan jati diri.
Nilai-nilai tersebut tercermin dalam berbagai capaian pembangunan. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan II-2025 mencapai 5,23 persen (yoy), lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,12 persen, dan menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa.
Realisasi investasi juga menunjukkan tren positif, dengan capaian Rp147,3 triliun pada 2024, tertinggi dalam satu dekade terakhir, dan Rp74,7 triliun pada semester I-2025, tumbuh 4,1 persen dibanding periode sebelumnya.
Dari sektor perdagangan, Jawa Timur mencatat surplus neraca perdagangan sebesar Rp120,61 triliun pada semester I-2025, menandakan daya saing produk unggulan daerah yang kuat di pasar nasional dan global.
Pemprov Jatim juga aktif mendorong ekspansi pasar melalui 44 kali misi dagang dalam negeri sejak 2019 hingga 2025, menghasilkan komitmen transaksi senilai Rp18,39 triliun dari 1.987 transaksi, melibatkan hampir 3.000 pelaku usaha.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




