Selasa, 19 Januari 2021 22:49

Tanya Jawab Islam: Ada Barang Haram di Rumah, Diterimakah Tobat Saya?

Sabtu, 24 Maret 2018 11:18 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: -
Tanya Jawab Islam: Ada Barang Haram di Rumah, Diterimakah Tobat Saya?
Dr. KH. Imam Ghazali Said

>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<<

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr Wb, kiai yang terhormat, saya mau bertanya, apakah tobat saya diterima tapi di dalam rumah ada barang curian? Saya membeli barang, barang itu digunakan untuk khalayak, lalu barang itu saya ambil tanpa sepengetahuan orang lain, namun kemudian hari saya membayar barang tersebut, apakah itu termaksud curian?.

Terima kasih semua jawaban kiai.

Resky, Indonesia

Jawaban:

Apa yang Saudara lakukan semoga menjadi awal cahaya Allah untuk memberikan hidayah-Nya kepada Saudara. Niat untuk bertaubat saja sudah merupakan satu pahala, dan taubat sendiri itu juga dijanjikan satu pahala kebaikan kembali. Semoga Saudara dapat istiqomah dalam jalan baik ini.

Di antara syarat taubat adalah meninggalkan semua dosa yang ada, terutama dosa yang ia lakukan selama ini. Syarat ini menjadi mutlak harus dilakukan; meninggalkan dosa tersebut. Maka, jika Saudara bertaubat dari menggunakan barang-barang haram, maka kembalikan barang-barang tersebut kepada pemiliknya atau bayar harga barang tersebut sesuai dengan harga di pasaran.

Syarat kedua bertekad tidak mengulangi perbuatan tersebut di kemudian hari, niat taubat harus totalitas meninggalkan dosa tersebut apapun keadaannya. Oleh karena itu, tidak boleh ada rencana ke depan mengulangi dosa tersebut.

Syarat ketiga, harus ada rasa penyesalan telah melakukan dosa tersebut. Sebab dengan rasa penyesalan ini, sulit kiranya ia akan kembali melakukan dosa itu kembali. Namun, jika belum ada rasa menyesal, maka harus terus berusaha mencari ilmu agar dapat menyadari bahwa perbuatan itu salah.

Beberapa syarat di atas disebutkan oleh para ulama ketika ingin bertaubat nashuha (sungguh-sungguh). Maka, jika Saudara ingin benar-benar bertaubat, kembalikan barang itu atau bayar barang itu sehingga statusnya kemudian akan menjadi halal.

Perbuatan Saudara memang tetap berdosa, sebab mengambil barang milik orang lain tanpa izin, dan itu disebut mencuri atau men-ghosob jika dikembalikan lagi. Kedua-duanya dosa. Tapi ketika barang itu dikembalikan atau dibayar, maka statusnya menjadi halal dan milik Saudara. Namun, membayarnya itu juga harus dengan kerelaan sang pemilik barang pertama.

Semoga Saudara setelah ini diselamatkan oleh Allah dari menggunakan barang-barang haram.  

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...