Minggu, 26 Mei 2019 23:03

Laksanakan Perintah Panglima TNI, Ribuan Santri Tebuireng Nobar Film G30S/PKI

Jumat, 22 September 2017 03:42 WIB
Wartawan: Romza
Laksanakan Perintah Panglima TNI, Ribuan Santri Tebuireng Nobar Film G30S/PKI
Ribuan santri Ponpes Tebuireng saat nobar film G30S/PKI, Kamis (21/9/2017). foto: ROMZA/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Ribuan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang nonton bareng (nobar) film 'Pengkhianatan G30S/PKI" di halaman utama pondok setempat, Kamis (21/9/2017) malam. Nobar ini dilakukan sebagai realisasi dari instruksi Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo.

Selain itu, acara nobar juga untuk memberi wawasan sejarah kepada para santri, juga sebagai pengingat agar peristiwa serupa tidak terulang. "Kita tahu, ada perintah dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk nobar film ini," kata Kusnadi Said, Pembina Ponpes Tebuireng bidang pendidikan.

Dalam pantauan Bangsaonline.com, para santri putra mulai tingkat SMP hingga perguruan tinggi duduk di halaman utama pondok menyaksikan film yang diputar di layar lebar. Selain para santri dan ustad, sejumlah anggota TNI dari Koramil Diwek Jombang juga terlihat ikut menyaksikan film yang diputar sejak pukul 19.00 WIB tersebut.

Menurut Kusnadi, film yang diputar tersebut didapat dengan cara mengunduh dari Youtube. Film ini berdurasi 3 jam 37 menit. "Selama ini santri hanya tahu dari buku tentang penghianatan PKI. Itu pun tidak lengkap. Maka, dengan nobar film ini harapannya santri bisa lebih memahami sejarah bangsa ini. Ya, dengan mengetahui sejarah kelam pemberontakan PKI dan kisah kepahlawanan para penyelamat NKRI dan Pancasila, jiwa patriotisme para santri kian kuat," jelas Kusnadi.

Melalui film ini, pihaknya juga ingin memberi pemahaman kepada para santri, tentang upaya mengganti dasar negara merupakan bentuk pemberontakan terhadap negara.

Santri pun mengaku senang bisa menonton film lawas ini. Sebab memberi wawasan tentang pemberontakan PKI, yang ingin mengganti ideologi Pancasia dengan komunisme.

"Sebelum ini saya mengetahui sejarah PKI, tapi dari buku, bukan dari sekolah. Juga dari cerita kakak-kakak kelas saya. Melalui film ini saya jadi tahu bagaimana kejamnya PKI memerangi lawan-lawannya, termasuk terhadap kiai," kata Akhwan Khoiri, salah satu santri asal Pandeglang Banten.

Baginya, setelah tahu penghianatan terhadap bangsa melalui film itu, komunisme harus ditangkal dan PKI tidak boleh muncul lagi, karena bertentangan dengan ideologi negara RI. "Jangan sampai PKI bangkit lagi. Itu berbahaya terhadap negara," pungkas Khoiri. (rom)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...