Selasa, 26 Mei 2020 04:29

PPP Gresik Anggap Full Day School Merupakan Awal Mula Kepunahan Madrasah Diniyah NU

Senin, 10 Juli 2017 10:01 WIB
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
PPP Gresik Anggap Full Day School Merupakan Awal Mula Kepunahan Madrasah Diniyah NU
Khoirul Huda (dua dari kiri) saat sowan ke kediaman pengasuh Ponpes Mambaus Sholihin KH. Masbuchin Faqih, Suci, Manyar. foto: syuhud/ bangsaonline

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kebijakan Mendikbud RI Muhadjir Effendy memberlakukan program FDS (Full Day School) mulai tahun pelajaran 2017/2018 terus mendapatkan kritik berbagai kalangan. Sekretaris DPC PPP Kabupaten Gresik Kubu Romy, Khoirul Huda, menganggap bahwa program tersebut adalah awal mula kepunahan Madin (madrasah diniyah) Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, FDS yang dicanangkan Mendikbud tersebut hanya sekadar praktek kurikulum yang mengalami perubahan manajemen waktu dan pengurangan hari. "Padahal, sistem pembelajaran model itu bisa dikondisikan tanpa merubah kurikulum secara praktis," ujar Ketua Komisi D DPRD Gresik ini kepada Bangsaonline.com, Senin(10/7/2017).

"FDS itu yang dikatakan program penguatan pendidikan karakter itu omong kosong Gombal itu, karena belum pernah teruji dan belum pernah terbukti," kecamnya.

Ia bahkan menilai program FDS dengan menjadikan hari Sabtu dan Minggu sebagai hari libur justru akan merusak karakter dan mental anak. "Dengan dua hari libur itu, anak-anak malah malamnya malah akan begadang, nongkrong, mangkal di jalanan, atau cangkruk di kedai kopi, yang menghambur-hamburkan uang secara serampangan. Ini justru malah akan mengancam moral anak bangsa. Dua hari itu bisa jadi dianggap libur salat nasional oleh anak-anak," cetusnya.

Sebagai pengelola lembaga pendidikan bernuansa pesantren, Huda mengaku yayasannya sudah menerapkan full day school lebih dulu, namun dengan konsep yang berbeda. "Jadi bagi kami FDS yang digagas pemerintah ini lebih banyak efek negatifnya. Jadi, sebagai warga NU yang sam'an wa tho'atan, kami menolak dan tidak akan menerapkannya. Langkah ini ditempuh agar sekolah formal di Kabupaten Gresik tidak macam-macam dan tidak meremehkan Madin (Madrasah Diniyah)," katanya.

"Selain itu, agar Madin yang masih berkembang atau dalam taraf rintisan tetap bisa eksis dan bertahan. Terutama bagi Madin yang manajemennya belum rapi dan belum profesional," imbuhnya.

"Ingat,  hanya warga NU-lah yang selama ini mengelola Madrasah Diniyah. Makanya, secara otomatis FDS akan menjadi rintisan program kepunahan Madin NU. Di sinilah efek negatif atau risiko yang secara tegas tampak dari kebijakan FDS. Untuk itu, orang NU harus kompak menolak." pungkasnya. (hud/dur/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Sabtu, 23 Mei 2020 23:28 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*21. Unzhur kayfa fadhdhalnaa ba’dhahum ‘alaa ba’dhin walal-aakhiratu akbaru darajaatin wa-akbaru tafdhiilaanPerhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Dan kehidupan ...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...