Jumat, 23 Agustus 2019 09:02

Warga NU di Tuban Tolak FDS Lewat Baliho

Senin, 21 Agustus 2017 18:11 WIB
Wartawan: Suwandi
Warga NU di Tuban Tolak FDS Lewat Baliho
Baliho penolakan FDS di jalan pramuka Tuban. foto: SUWANDI/ BANGSAONLINE

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 23 tahun 2017 tentang pemberlakuan Full Day Schol (FDS) terus terjadi. Terbaru, penolakan disuarakan warga Nahdlatul Ulama di Tuban dengan memasang baliho di tempat-tempat umum.

Ketua PCNU Tuban Bidang Pendidikan, Sutrisno Rachmat saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Senin (21/8) mengatakan, bahwa baliho itu dipasang di tiap-tiap Majelis Wakil Cabang (MWC) NU. Salah satu baliho itu bertuliskan "Pak Jokowi, Warga NU Menolak Permendikbud no. 23 Tahun 2017".

Ia mengatakan bahwa penolakan dan pemasangan baliho tersebut berdasarkan hasil rapat pleno pengurus cabang dan rapat koordinasi di PWNU Jawa Timur. “Hasil rapat pleno kami sampaikan kepada Bapak Bupati (Fathul Huda-Red) dan beliau menyampaikan setuju karena Kabupaten Tuban dianggap belum siap. Pasalnya, SDM guru dibidang agama masih kurang, khususnya pada sekolah berstatus negeri,” kata Sutrisno yang juga dosen di UINSA Surabaya tersebut.

Tidak hanya SDM guru agama, menurut Ketua Dewan Pendidikan Tuban ini, keberadaan FDS juga bisa menimbulkan permasalahan baru di lingkup sistem pendidikan yang selama ini sudah berjalan. "Banyak lembaga yang tumpang tindih, seperti yang bersekolah di SD maupun SMP sudah tidak bisa mengikuti belajar di Madin, TPQ maupun TPA. Padahal selama ini masing-masing lembaga tersebut saling melengkapi," tambahnya.

“Kami juga sudah menginstruksikan seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan NU agar tidak melaksanakan Full Day Schol,” paparnya.

Masih kata Sutrisno, menurutnya sistem full day school dengan dalih penguatan karakter siswa juga bisa memberatkan siswa. "Jika diterapkan FDS, para siswa seminggu akan belajar 40 jam. Ini bisa mengakibatkan para siswa kelelahan, apalagi siswa yang masih duduk di sekolah dasar. Untuk itu, kami warga NU di Tuban menolak Peremendikbud tersebut," tegasnya. (wan/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...