Selasa, 26 Mei 2020 03:41

Warga NU di Tuban Tolak FDS Lewat Baliho

Senin, 21 Agustus 2017 18:11 WIB
Wartawan: Suwandi
Warga NU di Tuban Tolak FDS Lewat Baliho
Baliho penolakan FDS di jalan pramuka Tuban. foto: SUWANDI/ BANGSAONLINE

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Penolakan terhadap Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 23 tahun 2017 tentang pemberlakuan Full Day Schol (FDS) terus terjadi. Terbaru, penolakan disuarakan warga Nahdlatul Ulama di Tuban dengan memasang baliho di tempat-tempat umum.

Ketua PCNU Tuban Bidang Pendidikan, Sutrisno Rachmat saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Senin (21/8) mengatakan, bahwa baliho itu dipasang di tiap-tiap Majelis Wakil Cabang (MWC) NU. Salah satu baliho itu bertuliskan "Pak Jokowi, Warga NU Menolak Permendikbud no. 23 Tahun 2017".

Ia mengatakan bahwa penolakan dan pemasangan baliho tersebut berdasarkan hasil rapat pleno pengurus cabang dan rapat koordinasi di PWNU Jawa Timur. “Hasil rapat pleno kami sampaikan kepada Bapak Bupati (Fathul Huda-Red) dan beliau menyampaikan setuju karena Kabupaten Tuban dianggap belum siap. Pasalnya, SDM guru dibidang agama masih kurang, khususnya pada sekolah berstatus negeri,” kata Sutrisno yang juga dosen di UINSA Surabaya tersebut.

Tidak hanya SDM guru agama, menurut Ketua Dewan Pendidikan Tuban ini, keberadaan FDS juga bisa menimbulkan permasalahan baru di lingkup sistem pendidikan yang selama ini sudah berjalan. "Banyak lembaga yang tumpang tindih, seperti yang bersekolah di SD maupun SMP sudah tidak bisa mengikuti belajar di Madin, TPQ maupun TPA. Padahal selama ini masing-masing lembaga tersebut saling melengkapi," tambahnya.

“Kami juga sudah menginstruksikan seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan NU agar tidak melaksanakan Full Day Schol,” paparnya.

Masih kata Sutrisno, menurutnya sistem full day school dengan dalih penguatan karakter siswa juga bisa memberatkan siswa. "Jika diterapkan FDS, para siswa seminggu akan belajar 40 jam. Ini bisa mengakibatkan para siswa kelelahan, apalagi siswa yang masih duduk di sekolah dasar. Untuk itu, kami warga NU di Tuban menolak Peremendikbud tersebut," tegasnya. (wan/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Sabtu, 23 Mei 2020 23:28 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*21. Unzhur kayfa fadhdhalnaa ba’dhahum ‘alaa ba’dhin walal-aakhiratu akbaru darajaatin wa-akbaru tafdhiilaanPerhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Dan kehidupan ...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...