Gubernur Khofifah saat menanam mangrove di wilayah pesisir Jawa Timur. (Ist)
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama menanam, merawat, menjaga pohon, dan peduli terhadap lingkungan.
Ajakan ini disampaikan di peringatan Hari Gerakan Satu Juta Pohon yang diperingati setiap tanggal 10 Januari.
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
"Hari ini momentum tepat bagi kita semua untuk bersama-sama menjaga alam dengan menanam, merawat, dan peduli terhadap lingkungan sekitar kita," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (10/1/2026).
Khofifah menyampaikan, menjaga alam dan peduli terhadap lingkungan dapat dilakukan dengan menanam pohon di lingkungan sekitar, di lereng gunung, di area pantai atau reboisasi di hutan. Langkah ini akan menjadi kontribusi nyata terhadap upaya pelestarian lingkungan.
"Saya rasa menanam pohon ini menjadi bagian dari ikhtiar kita menjaga alam, ketika alam kita jaga, maka alam pun akan menjaga kita," tuturnya.
Khofifah sendiri kerap melakukan penanaman pohon di berbagai kesempatan. Diketahui, Gubernur Jatim ini seringkali melakukan penanaman pohon dan mangrove atau bakau di area pantai di wilayah Jatim.
Gubernur perempuan itu terakhir menanam mangrove di Watu Mejo Pacitan, di akhir 2025 dan sebelumnya di Bangkalan dalam rangkaian Festival Mangrove. Penanaman mangrove ditujukan untuk mencegah abrasi, merawat lingkungan, sedekah oksigen, dan mendukung rehabilitasi lahan pesisir.
"Pohon apapun. Walau memang saya lebih sering mengajak menanam mangrove karena mangrove bisa menyerap emisi karbon dioksida lima kali lebih banyak dari yang lain," jelasnya.
Penanamam mangrove ini dinilai berhasil meningkatkan luas hutan mangrove di Jatim. Peningkatan signifikan tersebut hasil giat aktif penanaman mangrove selama empat Tahun Terakhir. Di mana Luasan mangrove Jatim bertambah 3.618 Ha atau sebesar 13,29% dari luasan 27.221 Ha di Tahun 2021. Untuk lahan eksisting mangrove saat ini di Jatim mencapai 30.839,3 Ha.
Tak hanya itu, luasan mangrove Jatim saat ini menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain di Indonesia.
"Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2024, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan luasan mangrove terbesar di Pulau Jawa. Dalam empat tahun terakhir, luasannya meningkat 3.618 hektare atau 13,29 persen," ungkapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




