Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA. Foto: BANGSAONLINE.
BANDUNG, BANGSAONLINE.com - Ternyata semakin banyak kiai dan tokoh NU yang menginginkan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, sebagai Rais Aam Syuriah PBNU.
Wakil Ketua PWNU Jawa Barat KH A Hasyim Asy'ari bahkan mengaku bangga jika Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, berkenan menjadi Rais Aam Syuriah PBNU yang akan datang. Alasannya, menurut dia, Kiai Asep sudah terbukti sukses dalam dua hal.
BACA JUGA:
- Soroti Muktamar ke-35 NU, Poros Muda NU: Harus Lahirkan Pemimpin Baru Sesuai Harapan Warga Nahdliyin
- Luar Biasa! 318 Santri Amantul Ummah Lolos UTBK-SNBT, Banyak yang Hafal Quran
- Amirulhaj Prof Kiai Asep: Wukuf di Arafah Waktu Mustajab, Malaikat juga Ikut Mintakan Ampunan
- Amanatul Ummah Terima Sapi Kurban Presiden, Wapres, Gubernur, Wagub, Sekda, PAN, BPN, & Wali Santri
"Pertama beliau telah membangun Pergunu luar biasa," ujar KH A Hasyim Asy'ari kepada BANGSAONLINE, Kamis (8/1/2026).
Seperti diberitakan BANGSAONLINE, KIai Asep adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama atau Pergunu.
Kiai Asep membangun Pergunu dari nol. Bahkan Pergunu baru diaktifkan lagi sejak Muktamar ke-32 NU di Makassar 2010.
Selama Orde Baru Pergunu vakum karena Presiden Soeharto menciptakan politik loyalitas tunggal atau mono loyalitas organisasi profesi guru. Yaitu PGRI sebagai underbow Golkar. Otomatis semua organisasi profesi guru mati suri. Bahkan bubar.
Tapi ketika Soeharto jatuh dan datang era reformas Kiai Asep menghidupkan kembali Pergunu.
Kiai Asep mendirikan cabang dan PW Pergunu di seluruh Indonesia dengan biaya uang pribadi, tanpa bantuan dari pihak manapun, termasuk pemerintah.
Kedua, tegas Kiai Hasyim Asy'ari, Kiai Asep sukses membangun manajemen Pondok Pesantren Amanatul Ummah sehingga pesantren yang ia dirikan dan diasuhnya itu menjadi pesantren besar, maju dan modern. Bahkan santrinya yang mencapai puluhan ribu itu banyak yang diterima di perguruan tinggi negeri favorit dan luar negeri. Antara lain di Mesir, Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Inggris, Austtalia, Maroko, Singapura, Malaysia, Tunisia dan negara lainnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




