Ringkasan Berita
- Ketua Umum PBNU Gus Yahya baru saja menyelesaikan misi diplomasi di Iran untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ayatullah Ali Khamenei dan mendorong negosiasi damai meredakan ketegangan geopolitik Timur Tengah.
- Delegasi Indonesia mengadakan dialog strategis dengan pejabat tinggi Iran seperti Menteri Luar Negeri dan Ketua Parlemen, menekankan diplomasi sebagai solusi terbaik untuk perdamaian kawasan.
- Gus Yahya menegaskan sikap moral NU yang konsisten mendoakan perdamaian dunia dan mencegah eskalasi konflik agar tidak meluas, yang mendapat sambutan hangat dari otoritas Iran.
- Usai agenda internasional, Gus Yahya langsung fokus pada persiapan Muktamar ke-35 NU yang akan digelar pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, baru saja menyelesaikan agenda diplomasi internasional di Iran sebelum bertolak ke Kota Santri untuk mengecek persiapan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada Minggu (12/7/2026).
Di Iran, Gus Yahya bergabung dengan delegasi resmi Indonesia menghadiri prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Kehadiran delegasi Indonesia sekaligus membawa misi perdamaian global di tengah memanasnya situasi geopolitik Timur Tengah.
“Kehadiran kami di sana adalah untuk bersimpati atas wafatnya Ayatullah Ali Khamenei, seraya mendorong agar ketegangan dan konflik yang tengah terjadi bisa diredam lewat negosiasi damai demi kebaikan bersama,” ujarnya.
Selama di Teheran, delegasi Indonesia menggelar dialog strategis dengan sejumlah pejabat Iran, termasuk Menteri Luar Negeri, Ketua Parlemen, dan Ketua Tim Negosiator.
Indonesia menekankan diplomasi sebagai jalan terbaik mengakhiri pergolakan kawasan. Gus Yahya juga menegaskan sikap moral NU yang konsisten mendoakan perdamaian dunia.
“Sikap NU sangat tegas dari awal, yaitu meminta agar ketegangan tidak merembet menjadi perang yang lebih luas. Kami juga meminta warga NU untuk terus mendoakan kedamaian bagi semua bangsa,” katanya.
Aspirasi damai Indonesia disebut mendapat sambutan hangat dari otoritas Iran. Usai menyelesaikan tugas internasional, Gus Yahya langsung fokus pada agenda domestik NU dengan meninjau kesiapan panitia Muktamar ke-35.
Perhelatan akbar itu dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Jombang. (aan/mar)










