Selasa, 11 Agustus 2020 16:36

Tolak FDS, Mahasiswa PMII Luruk Pemkot Mojokerto

Jumat, 18 Agustus 2017 22:40 WIB
Wartawan: Yudi Eko Purnomo
Tolak FDS, Mahasiswa PMII Luruk Pemkot Mojokerto
Hearing mahasiswa PMII dengan Komisi III DPRD Kota Mojokerto.

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Belasan mahasiswa dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Mojokerto ngeluruk kantor Pemkot Mojokerto, Jumat (19/8). Aksi damai kalangan akademisi ini untuk menyuarakan penolakan terhadap program pendidikan full day school (FDS).

Sambil menggelar orasi, para mahasiswa juga membentangkan poster yang isinya penolakan terhadap Permendiknas Nomer 23 Tahun 2017, tentang hari sekolah.

Koordinator aksi, Slamet, menilai program Full Days School akan mengikis pendidikan nonformal, seperti Madrasah Diniyah (madin), Taman Pendidikan Alquran (TPQ) dan pendidikan keagamaan di dunia pesantren.

Tak berselang lama, tiga perwakilan mahasiswa diterima anggota Komisi III DPRD setempat dan Kepala Dinas Pendidikan Novi Rahardjo di ruang Komisi III DPRD setempat.

Menurut Novi Rahardjo, terkait tuntutan para mahasiswa tentang FDS akan menjadi masukan yang baik bagi Dinas Pendidikan. Pasalnya saat ini pihak dinas pendidikan belum melaksanakan Permendiknas tersebut.

"Dipastikan untuk sekolah negeri di Kota Mojokerto belum ada yang menerapkan permendiknas," terang Novi, saat menemui perwakilan mahasiswa di ruang Komisi III.

Lebih lanjut dikatakannya, meski demikan ada sekolah swasta yang sudah menerapkan sistem FDS. Bahkan sistem tersebut sudah diterapkan jauh sebelum permendiknas turun.

"Karena memang tuntutan dari sistem pendidikan di sekolahnya, maka memang ada sekolah swasta yang sudah menerapkan FDS," paparnya.

Novi juga menyampaikan jika Permendiknas saat ini belum bisa diterapkan menyusul adanya pernyataañ Presiden Joko Widodo yang akan menerbitkan peraturan presiden (PP) pengganti Permendiknas tersebut.

"Kalau sudah begitu, kita yang ada di daerah hanya bisa menunggu turunnya peraturan presiden," ujarnya.

Sementara Anggota Komisi III, Cholid Firdaus juga menyampaikan hal serupa. "Jika memang banyak penolakan terkait FDS, maka akan menjadi masukan yang positif. Pasalnya tidak saja di Kota Mojokerto, namun berbagai elemen masyarakat di daerah menilai FDS tidak sesuai dengan sistem pendidikan bagi madrasah. Maka penolakan tersebut bisa dijadikan masukan untuk perumusan peraturan presiden yang saat ini masih dalam tahap penggodokan," pungkasnya. (yep/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...