Bangun Tangki Asam Sulfat, Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Bahan Baku NPK Nasional

Bangun Tangki Asam Sulfat, Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Bahan Baku NPK Nasional Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Chotob (tengah), saat menjelaskan pembangunan tangki asam sulfat berkapasitas 40 ribu ton. Foto: Ist

GRESIK, BANGSAONLINE.com Gresik memulai proyek pembangunan tangki asam sulfat berkapasitas total 40.000 ton untuk memperkuat pasokan bahan baku pupuk NPK nasional. Ground breaking dilakukan oleh Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Aminuddin Ma’ruf, bersama Direktur Utama Gresik, Daconi Khotob.

Aminuddin menegaskan, swasembada pangan menjadi perhatian Presiden Prabowo dalam Asta Cita. Ia mengapresiasi kinerja Pupuk Indonesia, termasuk Gresik, yang berhasil mendukung pencapaian swasembada pangan lebih cepat dari target, yakni tahun 2025.

“Proyek ini (pembangunan tangki asam sulfat) pada akhirnya mendukung Asta Cita Bapak Presiden Prabowo tentang ketahanan pangan. Dengan kondisi geopolitik dunia seperti sekarang, ketahanan pangan kita harus mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Gresik, Daconi Khotob, menjelaskan bahwa asam sulfat merupakan bahan baku utama produksi pupuk majemuk NPK. Tangki ini akan memastikan keberlangsungan produksi pupuk NPK di masa depan.

“Dengan pembangunan tangki ini, Gresik akan semakin memperkuat pasokan bahan baku pupuk NPK nasional. Dengan demikian, Gresik dapat memberikan kontribusi semakin besar lagi bagi terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan, melalui penyediaan pupuk berkualitas bagi pertanian di Indonesia,” paparnya, Jumat (16/1/2026).

Gresik dikenal sebagai pionir pupuk majemuk di Indonesia sejak 2000 dengan kapasitas produksi NPK mencapai 2,7 juta ton per tahun, menjadikannya produsen terbesar di tanah air.

“Dengan keberadaan tangki ini, Gresik bisa terus meningkatkan kapasitas produksi pupuk NPK untuk mendukung ketersediaan pupuk di dalam negeri,” kata Daconi.

Tangki asam sulfat ini dibangun di kawasan reklamasi tahap III Gresik dengan luas lahan 3 hektare. Terdapat 2 tangki berkapasitas masing-masing 20.000 ton, sehingga total penyimpanan asam sulfat akan mencapai 100.000 ton setelah proyek selesai.

Proyek ini ditargetkan rampung dan beroperasi pada Mei 2027 dengan masa pengerjaan sekitar 18 bulan.

“Kami pastikan proyek ini memperhatikan aspek-aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dengan baik. Gresik maupun kontraktor juga telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Rumah Sakit Gresik untuk penanganan kondisi darurat. Selain itu, dalam pengerjaan proyek ini kami juga mengutamakan aspek lingkungan,” urai Daconi. (hud/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO