Pembukaan bimbingan teknis Sekolah Rakyat.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Sekolah Rakyat (SR) se-Jawa Timur pada Jumat (16/1/2026).
Kegiatan ini dihadiri 26 Kepala Sekolah Rakyat, 91 Wali Asrama, dan 86 Wali Asuh dari seluruh SR di Jatim. Turut hadir Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf, sebagai pemangku program SR secara nasional serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Choiri Fauzi, sebagai leading sector pengasuhan anak.
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
Dalam arahannya, Khofifah menegaskan bahwa Bimtek ini merupakan wujud sikap proaktif Pemprov Jatim dalam meningkatkan kompetensi pengelola SR.
"Kita ingin menyapa dan mengupdate lebih banyak lagi tentang pengelolaan Sekolah Rakyat yang berbasis asrama agar pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik," ucapnya.
Disebutkan olehnya, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah SR terbanyak di Indonesia, yakni 26 sekolah, dengan total 2.249 siswa. Jumlah tersebut terbagi dalam 98 rombongan belajar (Rombel): 15 jenjang SD, 35 jenjang SMP, dan 48 jenjang SMA.
"Kita ingin menjadi bagian penguat, penyukses dan pendorong bahwa SR di Jatim ini adalah harapan untuk mendorong potensi-potensi yang brilian dan berlian," tuturnya.
Ia menekankan pentingnya SR sebagai wadah lahirnya generasi unggul. Dengan fasilitas pendukung yang disiapkan pemerintah, Khofifah berharap proses belajar mengajar berjalan optimal sehingga menghasilkan lulusan terbaik yang berdaya saing.
Khofifah mencontohkan penampilan siswa SR Jatim dalam formasi baris berbaris saat peresmian 166 SR se-Indonesia yang mendapat apresiasi Presiden Prabowo. Ia juga mengenang pidato siswa SR dalam berbagai bahasa, termasuk Arab dan Jepang, yang dibawakan oleh siswa asal Jatim.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




