Ilustrasi
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com – Fenomena tingginya angka permohonan dispensasi kawin (diska) di Kabupaten Bojonegoro terus menjadi perhatian serius. Berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 325 perkara diska yang masuk, di mana faktor perilaku remaja menjadi pemicu dominan.
Menanggapi hal tersebut, Psikolog Anak Agus Ari Afandi menekankan pentingnya peran orang tua dalam membekali anak dengan pemahaman kesehatan reproduksi sejak dini. Menurutnya, fase remaja secara alami akan membawa perubahan fisik dan ketertarikan seksual.
“Potensi pacaran pasti terjadi seiring ketertarikan terhadap lawan jenis,” ujar Agus, Kamis (15/1/2026).
Pentingnya Batasan dan Edukasi Seksual
Agus menjelaskan bahwa orang tua tidak boleh abai terhadap pergaulan anak. Pemberian batasan moral dan etika menjadi fondasi agar remaja tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang berisiko pada kehamilan di luar nikah.
“Anak juga perlu diberikan pendidikan terkait kesehatan reproduksi. Agar, mereka tahu, terkait resiko dan dampaknya,” jelas Agus.
Ia menambahkan bahwa pemahaman yang baik akan membentuk kesadaran mandiri pada anak.
“Aturan ini, bisa membuat mereka akan menjaga diri sendiri. Sehingga, tidak mendekati atau melakukan seks pra nikah yang ternyata banyak mengandung resiko dan banyak merugikan bagi mereka,” katanya.
Evaluasi Pola Asuh dan Komunikasi
Sementara itu, Koordinator Aliansi Peduli Perempuan dan Anak (APPA) Bojonegoro, Nafidatul Hima, menyoroti bahwa penyebab diska di Bojonegoro sangat berkaitan dengan pola komunikasi dalam keluarga.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




