Kondisi terkini pasien santri yang keracunan.
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 28 santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Sholawat Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang kini tengah menjalani perawatan intensif di RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung, Jumat (6/3/2026).
Direktur RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung, dr. Dwi Rizki Wulandari, mengonfirmasi bahwa puluhan santri tersebut telah dipindahkan ke ruang rawat inap. Meski sebagian besar masih diobservasi, kondisi umum para pasien dilaporkan mulai stabil.
"Dari total 28 pasien yang kami tangani sejak semalam, insyaallah enam orang sudah diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan hari ini. Sisanya masih dalam pantauan tim medis kami," jelasnya.
Sementara, pihak Kepolisian beserta Dinas Pendidikan setempat telah mengambil 4 jenis sampel dan sudah dikirim ke laboratorium.
"Sampel dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLabkesmas) Surabaya. Antara lain sampel kuah rawon, telur asin, serta muntahan para santri," ucap Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan.
"Untuk penyebab pastinya kita tunggu hasil dari laboratorium," tambahnya.
Sebelumnya, puluhan santri tersebut mengalami keracunan masal usai menyantap menu buka puasa pukul 18:00 WIB. Hidangan yang disajikan berupa nasi rawon yang dipadukan dengan telur asin.
"Untuk nasi dan kuah rawon itu kami memasak sendiri. lauk telur asin berasal dari pihak luar (program MBG melalui SPPG Betek)," ujar Pengasuh Ponpes Sholawat Darut Taubah, Muhammad Adam. (aan/msn)















