Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, saat membaca berita HARIAN BANGSA dalam acara Haflah Akhirus Sanah Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Pondok Pesantren Amnatul Ummah Pacet Mojokerto, Sabtu (21/5/2025). Foto: bangsaonline
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Ini pemandangan luar biasa. Pacet Mojokerto mirip bandar udara internasional. Kendaraan memenuhi desa Kembang Belor. Bahkan di sana-sini terjadi kemacetan. Mobil sulit bergerak, saking banyaknya manusia. Mobil BANGSAONLINE pun terjebak macet sekitar setengah jam.
Ya, itulah hiruk pikuk acara Haflah Akhirus Sanah berbagai unit pendidikan di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Mojokerto Jawa Timur, Sabtu (21/5/2025). Padahal jam acara sudah diatur dalam tiga gelombang, tidak bersamaan, untuk mengurangi kepadatan wali santri.
BACA JUGA:
Acara itu berlangsung sejak pukul 7.30 WIB hingga larut malam, sekitar pukul 12 malam,
“Paginya acara haflah MTs dan SMP,” tutur Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto kepada BANGSAONLINE di sela-sela acara.
Siangnya acara Haflah Akhirus Sanah Madrasah Bertataf Internasional (MBI). Sementara pada malam harinya acara Tasyakur Ihtitam SMA Berbasis Pesantren (BP), Mts BP dan SMP BP.
Acara haflah MTs dan SMP unggulan Amanatul Ummah itu digelar di bawah tenda di lapangan Amanatul Ummah.
Kiai Asep mendatangi satu persatu tiga gelombang acara itu. Kiai miliarder tapi dermawan itu memberikakan taushiyah pada tiga acara tersebut.
Yang menarik, ketika menyampaikan mauidzah hasanah di tiga acara itu Kiai Asep membaca judul berita yang dimuat HARIAN BANGSA edisi Sabtu, 21 Juni 2025.
“Melonjak Drastis, Kiai Asep terkejut, Padahal Tahun 2024 masih 624 Santri Lolos PTN,” kata Kiai Asep membaca sub judul berita halaman pertama HARIAN BANGSA.
“1.237 Santri Amanatul Ummah Lolos PTN dan LN, 62 Santri di Kedokteran,” lanjut Kiai Asep membaca berita yang terletak di banner atas halaman satu HARIAN BANGSA itu.
Para santri dan wali santri yang memenuhi tenda itu langsung riuh bertepuk tangan.
“Bagaimana gak terkejut, kenaikannya 100 persen. Saya sendiri semula antara percaya tak tidak percaya. Saya pikir diterima 800 santri saja sudah banyak. Ternyata sampai 1.237 santri,” kata Kiai Asep yang putra KH Abdul Chalim, salah seorang ulama pendiri NU dan pejuang kemerdekaan RI yang pada 10 November 2023 dianugerahi gelar pahlawan nasional.
Acara Haflah Madrasah Tsanawiyah dan SMP itu berakhir sekitar pukul 13.30 WIB.
Haflah Akhirus Sanah Amanatul Ummah kali ini memang Istimewa. Pantauan BANGSAONLINE bukan hanya Kiai Asep yang bangga dan bahagia karena ribuan santrinya diterima di berbagai perguruan tinggi sampai manca negara. Para wali santri pun tampak bahagia dan bersyukur karena putra-putrinya lolos di perguruan tinggi negeri dan luar negeri.

Nyai Hj. Alif Fadhilah, istri Kiai Asep, bersama putri dan para menanatunya saat menghadiri acara Haflah Akhirus Sanah Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Pondok Pesantren Amnatul Ummah Pacet Mojokerto, Sabtu (21/5/2025). Foto: MMA/bangsaonline.
Usai makan siang dan shalat dhuhur Kiai Asep kemudian mengajak BANGSAONLINE menghadiri acara Haflah Akhirus Sanah Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) di atas pegunungan.
Pondok Pesantren Amanatul Ummah memang terletak di kaki gunung penanggungan. Viewnya sangat indah. Sawah menghampar dan penuh pepohonan.
Menaiki Mobil Alphard Lombardi, Kiai Asep dan istrinya, Nyai Hj Alif Fadhilah, melaju di jalan berliku dan menanjak. Hanya beberapa menit mobil yang ditumpangi Kiai Asep dan Nyai Alif Fadhilah sudah sampai di MBI Amanatul Ummah.
Ternyata ribuan santri dan wali santri sudah duduk rapi di bawah tenda yang cukup luas. Acara juga sudah dimulai. Tak lama berselang Kiai Asep dipersilakan memberikan tausiyah atau mau’idzah hasanah.
Lagi-lagi Kiai Asep naik panggung sambil menenteng koran HARIAN BANGSA. Ketua Umum Pimpinan Pusat Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu kembali membaca judul koran HARIAN BANGSA yang memang viral dan dijadikan status oleh banyak orang.
Kiai Asep mengingatkan para santri yang bakal meninggalkan Amanatul Ummah untuk melanjutkan ke berbagai perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi di luar negeri.
“Ingat visi misi Amanatul Ummah yang kalian bacara tiap hari dua kali, yaitu saat ngaji habis Subuh dan saat apel pagi,” kata Kiai Asep penuh keabapakan kepada para santrinya yang sudah lulus MBI.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




