Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan saat podcast bersama BANGSAONLINE dalam program Jawara atau akronim dari Jagongan Wakil Rakyat.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan menegaskan komitmennya dalam mengawal aspirasi masyarakat terkait krisis air bersih yang kerap melanda wilayah selatan saat musim kemarau, khususnya di Kecamatan Lumbang, Pasrepan, dan Winongan.
Salah satu anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Abdul Karim atau yang akrab disapa Cak Karim, menyebut belasan desa di 6 kecamatan masuk zona merah kekeringan ekstrem.
BACA JUGA:
"Ini masalah geografis sekaligus infrastruktur. Sumber air mengecil saat kemarau, sehingga warga kesulitan mendapatkan air bersih," ujarnya.
Sedangkan Faizaturrohmah sebagai anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan lainnya menyebut, kondisi tanah berbatu di wilayah atas membuat air hujan tidak tertahan dan langsung mengalir ke bawah.
"Secara teknis, wilayah atas itu karst sehingga sulit menahan air tanah. Saat kemarau, sumber di atas kering," katanya.
Sementara itu, Munawir Abdul Salam yang juga merupakan anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti dampak sosial yang dirasakan warga.
"Warga harus jalan berkilo-kilometer atau membeli air tangki dengan harga mahal. Ini bukan sekadar soal haus, tapi soal martabat hidup," ucapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




