PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan menegaskan komitmennya menata jaringan irigasi primer hingga tersier untuk menjaga produktivitas pertanian sepanjang musim.
Hal tersebut disampaikan dalam diskusi pada program Jawara atau akronim dari Jagongan Wakil Rakyat bertajuk 'Aliran Berkah: Menata Irigasi, Mengamankan Pangan di Kabupaten Pasuruan' bersama anggota dewan, Nurul dan Mahdi Haris.
Nurul menyoroti kondisi saluran irigasi yang banyak mengalami kerusakan dan pendangkalan.
“Banyak jaringan irigasi primer dan sekunder yang uzur, dinding saluran longsor, dan daya tampung air menurun. Ini PR besar agar sistem pengairan makro kembali optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Mahdi Haris menambahkan, efisiensi pengairan menurun akibat kebocoran saluran tersier dan sedimentasi lumpur. Kondisi ini memicu ketidakadilan distribusi air antara petani di hulu dan hilir.
“Masalah irigasi bukan hanya soal beton, tapi bagaimana membagi air secara adil,” katanya.
Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan memastikan program prioritas tahun ini mencakup normalisasi saluran, perkuatan tebing, serta penerapan pintu air semi-otomatis.
Pembangunan juga melibatkan masyarakat melalui skema padat karya agar kualitas terjaga. Selain itu, DPRD mendorong penguatan peran Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) untuk mengatur sistem tata gilir secara transparan.
Regulasi daerah juga tengah disiapkan guna memperkuat kelembagaan HIPPA dan mendukung operasional penjaga air di desa.
Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan menegaskan perlunya penegakan aturan terhadap alih fungsi lahan yang merusak saluran irigasi, serta edukasi warga agar tidak menjadikan saluran sebagai tempat pembuangan sampah.
“Mengotori irigasi berarti menyabotase pasokan pangan kita sendiri,” ucap Mahdi Haris. (red)










