Ketua PDIP Gresik Fandi Akhmad Yani bersama jajaran pengurus saat silaturahmi ke PCNU. (Ist)
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik, Fandi Akhmad Yani bersama jajaran pengurus silaturahmi ke PCNU Gresik, Kamis (5/3/2026).
Kunjungan ini bagian dari upaya memperkuat hubungan sinergitas antara partai politik dengan organisasi keagamaan di Gresik.
Dalam kunjungannya, Fandi Akhmad Yani juga menyerahkan bantuan sebanyak 1.000 sarung untuk PCNU yang diterima secara simbolis oleh Katib Syuriyah PCNU Gresik, KH Abdul Malik.
“Mudah-mudahan bantuan sarung ini bermanfaat , dan dapat digunakan ibadah sehari-hari, khususnya selama bulan suci Ramadan," ujar Sekretaris DPC PDIP Gresik, Toriqi Fajrin.
Ia menyebut, bulan Ramadan menjadi momen penting untuk menjalin silaturahmi dan mempererat sinergitas dengan seluruh ormas, termasuk ormas keagamaan.
"Selain silaturahmi, kami juga berdiskusi tentang berbagai persoalan untuk kemaslahatan masyarakat dan kemajuan Gresik. Mulai sektor pendidikan, kesehatan, dan sejumlah program lain," tuturnya.
Aspirasi masyarakat yang diterima PDIP, lanjut Toriqi Fajrin, menjadi bagian dari belanja masalah yang nantinya akan ditindaklanjuti oleh kader baik yang duduk di legislatif maupun eksekutif.
"PDIP Gresik mengajak semua komponen masyarakat untuk bersinergi demi kebaikan bersama, kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Gresik," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Gresik, H. Sururi, menyampaikan bantuan sarung dari DPC PDIP Gresik nantinya akan dibagikan kepada para pengurus PCNU, juga disalurkan kepada pengurus di tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC) NU di Kabupaten Gresik.
Ia berharap, sarung yang diberikan dapat dimanfaatkan oleh para pengurus NU dalam menjalankan berbagai aktivitas keagamaan selama bulan suci Ramadan.
"Dengan adanya sarung ini, diharapkan para pengurus semakin giat melaksanakan ibadah," ujarnya.
Sururi menyampaikan, dalam pertemuan dengan pengurus PDIP Gresik juga dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai aspirasi dari kalangan warga Nahdliyin kepada pihak pemerintah maupun parpol.
"Atas nama PCNU, kami menyampaikan bahwa NU ini rumah besar. Kami menyampaikan aspirasi warga NU kepada partai politik, kebetulan PDI Perjuangan juga memiliki perwakilan di legislatif maupun eksekutif," imbuhnya.
Beberapa isu yang disampaikan di antaranya berkaitan dengan sektor pendidikan dan kesehatan. PCNU Gresik berharap pemda dapat memberikan perhatian lebih terhadap lembaga pendidikan keagamaan seperti TPQ, madrasah diniyah, hingga pondok pesantren (ponpes).
"Keresahan warga NU yang kami sampaikan misalnya terkait perhatian kepada guru-guru TPQ, madin, serta pondok pesantren yang perlu mendapatkan perhatian lebih," ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyinggung pentingnya dukungan terhadap fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh warga Nahdliyin, seperti rumah sakit maupun layanan sosial lainnya.
Ke depan, PCNU Gresik berharap hubungan silaturahmi dengan berbagai pihak, termasuk parpol dapat terus terjalin dengan baik.
"Silaturahmi ini tidak hanya berhenti di sini. Nanti akan ada pertemuan-pertemuan berikutnya di luar Ramadan untuk membangun sinergi bersama demi kemajuan bangsa, negara, khususnya Kabupaten Gresik," harapnya.
Meski demikian, Sururi menegaskan bahwa PCNU Gresik bersikap terbuka kepada semua pihak tanpa memandang latar belakang politik.
"PCNU Gresik tidak hanya membuka pintu untuk PDI Perjuangan saja. Kami mempersilakan partai-partai lain jika ingin bersilaturahmi ke PCNU, kami sangat terbuka," pungkasnya. (hud/msn)















